Jadi Anggota Dewan Sombong

Banyak asumsi masyarakat yang mengatakan demikian dengan bahasa yang sangat menyengat "baru jadi dewan sombong" menjadi obyek perbincangan khalayak ramai di bibir sebagian masyarakat, semuanya ada keterpautan dengan logika yang labil dalam diri sosial masyarakat terutama yang ada di wilayah kampung, jika kita lihat di komunitas para pejabat terutama di wilayah perkotaan mereka cenderung hidup individualistik satu dan yang lainnya, ini kewajaran yang memang demikian adanya, kesibukan serta tanggung jawab menjadi seorang pemimpin diperlukan keseriusan yang harus dijaga dengan segala bentuk dan tingkah apapun agar performa dan kewibawaan tetap berada dalam diri seorang pemimpin agar tetap bisa melaksanakan tanggung jawab sosialnya seperti keinginan masyarakat pemimpin hari ini bekerjalah.

Disaat mereka berkumpul berkerumun dengan warga sering sekali dengan ringannya mengatakan "nanti ini saya bantu" kenyataan mereka adalah para pelaku anggaran bukan pelaku kebijakan sosial (saat ini) atau pelaku kebijakan politik, setelah bersentuhan dengan masyarakat kemudian tidak terbukti menjadikan kontras sebuah element pemikiran yang  tidak seirama, hingga menghasilkan faktor kewibawaan yang menurun. Ini bisa dikatakan kesalahan berfikir (Intellectual cul-de-sac) dampak yang sangat mempengaruhi tahapan sosial, baca juga ini

Terkadang para pejabat atau dewan sering mematikan sesuatu yang abstrak menjadi kongkrit dan terjebak dengan situasi (Misplaced) atau salah letak, dalam system pemikiran dapat disimpulkan bahua kesalahan berfikir membuat ajakan pemikiran yang contradiktif dengan obyek, seperti pada saat pembuktian dari ucapan seorang pejabat atau dewan, mereka seolah-olah memiliki peranan bahua dunia sudah ada dalam genggaman tangannya, kesadaran dalam beragument tidak diterapkan hingga datang konflik sosial yang lebih kepada saling berdiam adapula dalam konteks bertemu antara obyek yang mengatakan pejabat atau dewan itu sombong semuanya berada pada posisi Argument ad Verecundiam atau beragument menggunakan otoritas, walaupun tidak relevan dan ambigu, seperti artikel berikut jadi PNS sombong.

1 komentar:

  1. Jangankan anggota dewan jadi sekpri dewan aja sombong.. padahal ujung-ujungnya adalah proyek... Fuck To dewan..

    ReplyDelete

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..