Hukuman Koruptor dan Maling Motor

Ini menjadi pertanyaan banyak masyarakat kenapa hukuman seorang koruptor berbeda dengan hukuman seorang maling motor atau ayam bahkan maling sandal, sebelumnya apa itu koruptor seorang yang memegang jabatan atau memilki kepentingan serta kebijakan dimana dia memilki kewenangan yang terstruktur dan memiliki kewengan untuk mengelolah menejment keuangan baik bersifat langsung maupun tidak langsung seperti pejabat pemerintah baik eksekutif, lwgislatif, yudikatif, kepala instansi lembaga baik suasta ataupun negeri, kepala, staf, bidang, dan lain sebagainya semuanya memiliki peran langsung dan tidak langsung, maksud dari langsung adalah dimana seseorangt ersebut memiki kewenangan untuk membelanjakan, menggunakan, seperti bendahara, biro keuangan, danlainya, dan tidak langsung adalah mereka yang memiliki kewengan cengan menggunakan kebijakan contohnya seorang pejabat atau dewan yang memilki anggaran lalu di selipkan beberapa nomilnal sebagai vee (jatah) untuk dirinya sendiri. Sedangkan Maling Motor, ayam, sandal adalah Seseorang atau kelompok yang bukan pejabat (dalam hal ini rakyat) berbuat hal negatif dengan tujuan ekonomi (latar belakang) dan melalakukan motif tersebut dengan alasan keterpaksaan kemuadian menjadi kebiasaan.

Keduanya sama secara prilaku yakni merugikan orang lain dan mealawan hukum, koruptor juga bisa disebut maling atau lebih dari itu, bisa perampok, maling, gento, gondoruwo, codet, tikus munafik dan sebagainya secara garis besar antara koruptor dan maling sama tetapi secara lingkup itu berbeda, katakanlah koruptor adalah maling intelektual atau berdasi dengan cara menipu atau menggunakan kebijakannya sedangkan maling motor hanya berprilaku nekad ataupun kebalikannya.

Kenapa Koruptor tidak diklaim sebagai penyakit masyarakat (meresahkan Masyarakat) resiko koruptorpun lebih rendah ketimbang maling motor, ini adalah pertanyaan yang kerap kali masyarakat bingung yang menjadikan masyarakat tak lagi percaya dengan hukum khususnya di Negeri kita, bahkan dengan ekstrem ada juga masyarakat yang mengatakan koruptor harus dihukum mati atau juga di masa ramai-ramai sepetihalnya maling motor, ayam. terlintas dari sebuah lagu punk dari kelompok marginal mereka membuat lagu dengan lirik menyebutkan " maling-maling kecil dihakimi... maling-maling besar dilindungi.." benarkah demikian, ini bisa jadi seperti itu kenapa demikian..? sebab masyarakat melihat angka dari bentuk nominal dan melihat sosok tersebut hingga banyak yang bertanya kok hukuman koruptor dan maling motor berbeda, baca juga ini pejabat dan dewan suka nyawer plus-plus.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..