Pejabat dan dewan doyan nyawer plus-plus

Sudah menjadi kebiasaan bahkan budaya bagi mereka para opejabat kotor yang suka dalam menari hiburan malam dengan alasan disesuaikan dengan tingkat intelektualnya padahal ini sama sekali ga nyambung, jika memang butuh mencairkan ketegangan otak dan otot syaraf bukan dengan cara demikian apalagi dengan mampir di tempat hiburan malam hanya menghambur-hamburkan uang hasil korupsi, tempat speprti itu sangat kerap dengan beberapa pejabat anggota dewan bahkan aparatur negara yang suka hal itu bisa-bisa lama kelamaan negara jadi tempat lokalisasi yang ga jelas.

pejabat raja sawer

Seperti pada bar tempat minum yang disela dengan music house dangdut dan sebaginya berjalan dengan irama penuh dengan erotisitas penampilan sosok biduan yang gaya jogedannya mengundang gairah kedewasaan, ditambah dengan minuman beralkohol serta menyawer biduan tersebut, anehnya tatkala dikantor didatangi orang-orang yang memang memerlukan bantuan untuk kepentingan umum mereka mengatakan anggaran belum turun semua dinisbatkan pada anggaran pernahkah mereka berfikir para pedagang nekad meminjam dana pada rentenir atau lembaga butuh bantuan pemerintahh seperti yayasan, nah kalau itu anggaran dari mana yang untuk nyawer? apakah anggara pemerintah juga. Dana yang dibuat untuk bancakan para korup membuat masyarakat semakin menderita, yang lebih herannya lagi mereka tak ada malunya untuk melakukan demikian.

Akhir-akhir ini banyak berita tentang kantor dewan atau orang-orang pemerintah yang diberikan fasilitas karaoke, sebenarnya tidak menyalahi aturan tetapi untuk pendidikan bagi masyarakat melihat sosok pemimpin seperti demikian sangatlah disayangkan. Mungkin keuntungannya adalah mengirit anggaran dari pada karaoke dan nyawer di tempat family karoke atau karaoke plu-plus, ini mesti diperhitungkan, tingkah seperti itu sebaiknya jangan dijadikan kebiasaan sebab masyarakat akan menilai terlebih masalah korupsi bisakah untuk membuat bentuk usaha lain atau usaha online bila perlu yang mencari duit di internet dengan halal ketimbang korupsi dan hanya untuk memuaskan nafsu belaka.

2 komentar:

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..