Bungko Kapetakan tak tersentuh

Desa yang terletak di kawasan perbatasan kabupaten cirebon dan indramayu, desa bungko merupakan desa yang padat penduduk, letak desa yang jauh dari akses jalan raya membuat desa bugko semakin ketinggalan informasi tentang perkembangan wilayahnya, desa bungko sendiri terbagi menjadi dua yakni bungko dan desa bungko lor secara keduanya memiliki karakter yang sama, konon dalam sejarah desa bungko adalah desa yang termasuk dalam katagori wilayah tempat jajagan pertama Islam masuk di wilayah tersebut, dengan nama Syekh Bentong atau Syekh benting sebagai orang suci yang menyebarkan Islam di kawasan Cirebon Utara di susul Syekh Magelung Sakti yang pertama kali singgah di daerah tersebut, sebab desa bungko terletak di pesisir cirebon utara. entah bagaimana kisah sebenarnya saya bukan ahli sejarah, akan tetapi secara kacamata sosial bungko menjadi kawasan kumuh yang kurang di perhatikan oleh pemerintah. baca juga ini pemekaran daerah cirebon utara.


Desa yang memiliki khas dalam berbahasa serta memiliki ragam budaya serta masyarakat nelayan yang menjadi mata pencaharian, di desa bungko terdapat budaya angklung bungko khas budaya cirebon, yang sampai saat ini perlu pelestarian yang kuat agar tidak punah, lepas dari persoalan tersebut konon daerah ini yang dahulu terdapat pabrik garam sekitar tahun 1978 dengan memiliki tanah 5 hektar milik perusahaan pemerintah tersebut sekrang entah kemana menurut orang tua disitu dinamakan percetakan garam rakyat (PGR), daerah yang memiliki banyak pengasilan jika saja di lestarikan dengan hasil laut yang melimpah serta empang yang luas dan juga garam.

Saat ini daerah yang memiliki bendungan yang besar yang menampung air tersebut ternyata bendungan rusak pecah mungkin karna usia yang sudah rapuh, akan tetapi bendungan tersebut merupakan sumber penghidupan karena dijadikan patokan pengaturan air di sungai tersebut yang bisa di jadikan air minum dikelolah oleh PDAM di kapetakan, sisilain peraian irigasi sawah juga bergantung pada bendungan tersebut, setelah kerusakan yang parah (pecahnya) bendungan itu, siapakah yang kan bertanggung jawab.?

Mengenai pendidikan masyarakat bungko terkesan ketinggalan sarana pendidikan yang kayak hingga banyak anak putus sekolah khususnya jenjang tingkat pertama (SMP,  MTs) belum adanya sarana pendidikan yang dibangun disitu, anak sekolah di desa bungko bersekolah di luar dearah yang jauh dari akses transportasi yang mapan, seraya menggayuh sepeda serta sampai beberapa kilo meter, untuk itu berharap kepada pejabat pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan kawan daerah bungko agar ketimpangan sosial di cirebon desa bungko bisa teratasi, potensi daerah yang sangat mapan jika dijadikan sebuah perusahan berbasis kelautan, serta membuat sarana pendidikan yang layak.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..