Fundamentalisme


Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar sebutan “Kaum Fundamentalis? Sebutan  “KaumFundamentalis" sering ditujukan kepada umat Islam yang sebetulnya tidak pantas untuk disebut kaum Fundamentalis. Dalam hal ini, sebutan fundamentalis kadang menunjukkan kepada hal yang bersifat negalif Penulis punya cerita sedikit tentang masalah tersebut, Suatu ketika, Penulis sedang menjalankan Ibadah  Sholat. tiba-tiba teman penulis berkata "Oh.. Jadi kamu sekarang menjadi seorang fundamentalis yah!". Ucapan semacam itu tentu membuat dahi penulis berkenyit. Apa sih makna dibalik kata Fundamenl itu? Dan mana sebutan Fundamentalis itu hadir? Mengapa teman penulis menyebut penulis sebagai  Fundamentalis? 

Nampaknya kata Fundamentalis telah dipahami oleh kebanyakan orang dengan mengsinonimkan kepada umat Islam Dan ironisnya, kata Fundamendalis sering digunakan untuk memperolok dan melecehkan mereka yang menghayati  makna keberagamaannya.

Kemudian ketika kata findamentalis diterapkan dalam kehidupanan sehari-hari dan yang menggunakan tidak mengerti kata fundamentalis yang sesunggunnya ini akan menjadi masalah serius Karena Kalau begitu Setiap umat Islam akan disebut kaum Fundamentalis.

Melalaui tulisan ini, penulis akan mencoba membedah wacana Fundamentalis Tujuannya sangat sederhana, supaya kita Jangan dengan mudah terjebak menyebut orang lain. khususnya umat Islam, itu sebagai seorang Fundamentalis.

Definisi Fundamentalis
Secara Etimologi, kata Fundamentalis berasal dari dua suku kata, yaitu “Fundament” dan “lsme”. Fundament berarti dasar, pokok dan asas sementara kata “Isme" berarti paham. Jadi kata Fundamentalisme berarti paham yang kaku. Namun, kata Fundamentalisme atau sebutan Fundamentalisme tidak dikenal dalam dunia Islam atau dunia Arab, Kata Fundamentalisme datang dari barat yang dilontarkan dan disebarkan oleh para oreintalis barat. Dunia barat, khususnya para Orientalis, memberikan makna Fundamentalisme sebagai sikap ekstrem, kekakuan, kolot, konservatif dan menolak kemajuan. Selain itu, para orientalis juga memberikan ciri-ciri seroang Fundamentalis dengan kategori-kategori sebagai berikut :

Pertama seorang Fundamentalis selaIu menyikapi texs dengan penapsiran literal. Kedua seorang Fundamentalis dalam menyikapi texs menolak segala metafor dan takwil Ketiga ciri dari seorang Fundamentalis, menurutparacnenlalis, selalu mundur ke masa lalu danmenolak masa depan. Pemahaman semacam itu dibenarkancan dikukuhkan oleh tesisnya Roger Graudi. Rogerdalam bukunya “TheFundamentalisme” mengatakan bahwa Fundamentalisme adalah gerakan yang stagnan, kaku, menisbahkan kepada warisan lama, tidak toleran dan isolasi dlrRoger Graudi yang merupakan salahseorang orientalis Marxis yang selalurnenggunakan logika Marxis dalammenganalisa setlap penomena sosial,rnengatakan bahwa Fundamentalisadalah antitesls sekularlsme, modernismedan perkembangan. Jadi, dengan kata IalnF u ndamentalisme sangat menolak masadepanrRoger mendeflnisikan kataFundamentalisme pada kamus besarPrancis yaitu “The Larous Dictionary” terbitan tahun 1984. 

Dalam kamus tersebut didefinisikan bahwaFundamentalisme merupakan sikapslagnan dan membeku yang menolak seluruh pertumbuhan dan seluruh perkembangan serta bermadzhab konservatif dan kaku. Lebih lanjut, Roger menyebutkanbahwa di dunia Islam dikenal adanyagerakan Fundamentalisme. Roger mencontohkan Al-Thariqah atau tariqat sufi di Alzazair sebagai kelompok ‘Fundamentalis. Umat Islam Bukan Kaum Fundamentalisme Kalau kita menurut kepada kategori-kategori Fundamentalisme menurut para orientalis di atas, jelaslah bahwa umat Islam bukan kaum Fundamentalis.Karena, umat Islam tidak mengenal pemahaman yang kaku dalam memahami teks. 

Dalam tradisi Ulama Ushul Fiqih Yang dalam hal ini sering dicap kaum Fundamentalis, misalnya, tidak mengenaladanya penafsiran yang kaku terhadap texs. Dalam ilmu fiqih dituntutadanya syarat-syarat dalam menafsirkan texs.Pertama, dalil Al-Qur’an dan Hadist. 

Kedua memperhatikan kaidah umum danketiga memilih yang "Raji" atau yang paling kuat. 'Dari tradisi penafsiran texs seperti itu, jelas bahwa ulama Ushul Fiqihpun dalam menafsirkan texs tidak kaku dan tidak stagnan. Penapsiran yang dilakukan oleh ulama Ushul Fiqih tentu mempunyaipandangan yang Iuas. Jadi, tidaklah tetapjika mereka disebut kaumFundamentalisme.Muhammad lmaroh, salah seorang pemikir dari Mesir, pernah menyebutbahwa Fundamentalisme tidak dikenaldalam pemikiran orang Arab dan Islam. Iaadalah produk pemikiran barat yangberawal dari gerakan kristen protestanAmerika yang menafsirkan lnjil secara literal dan menolak penakwilan.Dalam Islam tidak mengenal kata Fundamentalisme. 

Tetapi mungkin hampir dapat disinonimkan dengan kata -“Ushulliyah”. Ushulliyah berasal dari kata al-ashlu yang berarti dasar sesuatu, bagian terbawah, akar dan kehomatan, Jamaknya yaitu Ushul yang digunakan dalam Al Qur'an surat AI Hasr: 5, Ash-shafaat: 64 dan Ibrahim: 24. Antonim dari al-ashli adalah al-farri yang berarti cabang, cadangan, yang diikutkan dan yang berlebihan. 

Jadi,jelaslah bahwa kata Fundamentalisme adalah produk pemikiran barat, Khususnya. Orientalis, yang berawal dari gerakan kristen protestan Amerika yang menafsirkan lnjil secara literal.Sebagai penutup, demikianlah bahwa kaum Muslimln bukanlah kaum Fundamentalis. Untuk itu, penyebutan kaum Fundamentalis terhadap umat Islam tidaklah tepat. Nabi pernah bersabda: “Panggilah saudaramu dengan panggilan yang sopan, sesungguhnya sebaik-baik sebutan adalah Muslimin". Amin.

Fundamentalisme
Sekian artikel mengeanai Fundamentalisme, silahkan anda kunjungi juga beberapa artikel mengenai pengetahuan lainnya diblog ini antara lain, Sejarah Masuknya Islam ke IndonesiaSkandal Serta kebusukan Yahudi
 
Oleh : Asep Kusnaedi
Media Pembinaan N0. 08/ XXIX November 2002

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..