Elite Politik bikin negara bobrok

Sebagai negarawan yang kuat dan priship bukan menjadi hal yang remah karena banyak para elite yang mengaku sebagai negarawan tetapi ujungnya adalah kritik yang menyudutkan kemudian tidak bertanggungn jawab dalam arti kata bukan kritik membangun, sebagai masyarakat yang dominan pada bagaimanakah agar ekonominya terpenuhi dan tidak kelaparan terutama untuk biaya makan dan ongkos anaknya sekolah besok harus ada, tak mengerti apa itu negarawan, apa itu politik, apa itu partai, apalagi mengkritik atau mencari proyek di pemerintahan, ini hal yang perlu di cermati. Maksudnya seberapapun para elit (sok negarawan) mengkritik atas nama rakyat, mereka (rakyat) tidak mengerti apa yang diomongkan para elit yang ada hanya permusuhan diantara mereka para pejanbat dan para elit politik.

Pekerjaan yang real adalah bagaimana rakyat makmur dan mengembangkan pertumbuhan ekonomi agar masyarakat tak buta akan demikian hiruk pikuknya negara ini, kendati demikian masyarakat sanagt antusias dalam berdemokrsi seperti pesta politik kemarin berdasarkan angka peningkatan pemilih meningkat sampai 87% ini sangat menunjukkan kepedulian mereka terhadapa pesta demokrasi bukan kepedulian celoteh para elit politik yang terkesan menghasud mereka untuk tidak menyukai obyek yang dituju.

Realita masyarakat bawah yang serta merta melakukan hal-hal yang ektreem dan dilakukan beberapa kelompok atau individual seperti kriminal, perampokan, pembunuhan, secara umum sangat beralasan kebanyakan adalah faktor ekonomi serta kecemburuan sosial, sekarang bagaimana mereka mendapatkan hasutan dari para elit yang terus menggerogoti mereka dengan bahasa intelektual yang menipu, serta manuver poolitik, serasa hal ini sangat menyakitkan mereka (masyarakat) yang sedang asyik-asyiknya mencari nafkah timbul beberapa bahasa yang mereka tidak tau kebenarannya bahua salah satu pejabat korupsi, tidak baik, tidak benar ini itu dan sebagainya, itu bukan jalan fikir mereka dan bukan porsi merek auntuk mendengarkan berita demikian.

Pemerintah lebih suka akan Prestasinya Masyarakat dan Laparnya mereka tidak mendengar sama sekali bahkan menutup mata dan telinga mereka, sangat disayangkan negara ini sejatinya sangat kaya dan banyak orang yang mengerti akan hal ini, tetapai kekayaan tidak sama sekali dirasakan oleh mereka tetapi dirasakan oleh  para elit dan pejabat yang merasa negara adalah miliknya seperti permainan pajak, dan lain-lain, rakyat yang merasa memiliki kekayaan dirampas oleh mereka para cucunguk negeri ini. tahukan mereka bahua negra ini bobrok karen ulah para pejabatnya, tau kah mereka negara ini miskin karena dirampok para pejabatnya, tahukah mereka negara ini rusak dan tak stabil karena pemikirannya, dan yang lebih ektreem mereka membuat masyarakat tidak percaya pada negaranya sendiri seperti masalah kelompok yang di nomersatukan yakni untuk melemahkan kelom[ok lain dimasyarakat. 

Maksud artikel ini adala bagaimana kiranya masyarakat memiliki jati dirinya sebagai orang indonesia yang memiliki rasa tanggung jawab dan lebuh baik mendengarkan mereka yakni sekelilingnya ketimbang mendengarkan hal-hal yang berkaitan dengan pelemahan kewibawaan permirintah karena pemerintah dan dan rakyat adalah satu.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..