Wali Kota dan Prestasinya Masyarakat dan Laparnya

Untuk menjadi kota yang beridentitas bukan hanya klaim dengan predikat apalagi sekedar Piagam pengharga Kalpataru saja, semuanya perlu diperhatikan demi kelangsungan prestasi yang hendak dipertahankan bahkan lebih maju, hal itu tidak sekonyong-konyong dapat penghargaan kemudian tidak diindahkan. Melihat perkembangan kemajuan di Negara kita banyak sekali keadaan yang harus kita lestarikan keadaan itu berupa Budaya, Kesenian, dan sebagainya yang berkaitan Identitas daerah. semuanya itu perlu yang namanya kepedulian untuk saling melestarikan budaya kita yang terkenal kaya akan beraneka ragam hingga tiap-tiap wilayahpun memiliki keunikan dan perbedaan atas kebudayaan yang dimiliki.

Perkembangan zaman dan pesatnya pembangunan didaerah terutama dijawa yang padat penduduk itu adalah simbol kemakmuran dari apa yang kita inginkan dalam masterplant pembangunan meskipun ada beberapa hal yang tersendat dalam menempuh keangka maksimal itu hanya sistem dan pengawasan yang kurang begitu kuat dan ketat. terjadinnya beberapa faktor yang mempengaruhi pembangunan itu sebagian besar ada pada tingkatan Korupsi yang semakin giat sampai pada daerah.

Sejatinya pertumbuhan dan perkembanban selalu maju kendati demikian banyak sekali pengangguran yang masih saja merasakan keterpurukan dalam menjalani kehidupan meskipun itu ada dalam tahapan negara yang sedang berkembang. kembali kepada pembangunan daerah yang terkesan mengejar identitas pemerintah lalai dalam membuka lebar lapangan pekerjaan yang luas seperti presiden terpilih yang menggagaskan ekonomi kreatifnya namun apakah seirus semog asaja benar adanya kepada masyarakat. Belum lagi proyek-proyek yang disitu banyak terjadi laten dan praktek korupsi para pejabat semakin jauh karena pribadinya terbelenggu masalah demikian, hingga semkian jauh dan lepas dari tanggung jawab moral yang seharusnya lebih awal dipekerjakan oleh para pemerintah dan elit tersebut.

Secara sisitem pembangunann daerah sepertinya Negara kita tidak diragukan lagi dalam arti kecil sistem perencanaan setelah acktion dari sistem itulah kurangnya keterlibatan orang-orang dalam menggali informasi tentang itu sehingga selalu ada chaos dalam konteks teknis dilapangan. untuk tetap menjaga kestabilan sistem adakalanya perlu pengawasan dari masayarakat LSM sebagai Kontrol Sosial agar mereka (lsm) bisa mendapatkan kesenjagan dan bisa mengawasi secara peraturan dengan tindakan yang prisedural. Semuanya adalah Identitas kembali kepada kemanfaatan dari identitas itu , bagaimankah dalam melestarikan dan apakah ada keseimbangan dengan kondisional masyarakatnya.sedikit kaisan kalimat saya "Karena dari pada beli keramik masih mending beli Ubin dari pada tidak makan atau mati keparan karena uang makan dibelikan keramik yang tujuannya adalah agar identitasa rumah menjadi sedikit mewah"... Maksudnya baiknya pemerintah lebih mementingkan lapangan pekerjaan untuk rakyat dari pada yang lain.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..