Jalan Pantura Cirebon Utara Sepi - pemerintah salah

Terlihat seperti  pekuburan jika melintas daerah kawasan cirebon utara dikala malam hari, apalagi jika cuaca hujan, membuat suasana malam jalan cirebon bagian utara senyap dan sunyi, banyak keluhan dari warga masyarakat dengan keadaan demikian, warga masyarakat di kawasan cirebon utara terdiri dari 3 kecamatan yakni Kecamatan Gunung Jati, Kecamatan Suranenggala, dan Kecamatan Kapetakan, wilayah yang luas lebar dan produktif tersebut, katanya di peruntukkan untuk kawasan ketahanan pangan. akan tetapi sampai saat ini belum juga terealisasi, melihat kenyataan yang ada perairan pesawahan yang kurang maksimal sehingga banyak terjadi fuso tatkala musim panen tiba. melihat kondisi tersebut apa yang akan dilakukan oleh pemerintah apakah hanya berdiam diri atau bagaimana? masyarakat menunggu kabar yang baik dari para pelaku kebajakan tersebut.


Selepas membicarakan persoalan wilayah cirebon utara banyak hal yang mesti diketahui, daerah tersebut terlihat adalah daerah yang sangat tertinggal di kabupaten cirebon, bayangkan saja jika anda melintas di kawasan tersebut waktu malam hari, yang gelap tanpa penerang jalan yang obyektif bagi kendaraan di jalan raya. berbeda dengan wilayah tetangga yakni Kecamatan Kerangkeng Kabupaten Indramayu yang terang dan jauh lebih maju dari kapetakan,terlihat banyak pembangunan yang tengah berjalan salah satunya adalah Rumah Sakit Umum di bangun disana, Pemerintah Kabupaten Cirebon sungguh kurang elok untuk daerah tersebut terutama daerah perbatasan Cirebon Indramayu, dan seharusnya malu dengan Kondisi demikian.

Akibat dari tanpa penerangan jalan di Jalur Pantura Cirebon Utara tersebut, tidak menutup kemungkinan antara lain :
  1. Rawan Aksi Curanmor, di dukung dengan kesenyapan jalan raya.
  2. Mobuilitas ekonomi malam hari sama sekali tak berfungsi. Berbeda dengan daerah lainnya di kabupaten cirebon.
  3. Menambah sugesti kerawanan daerah cirebon utara seperti klaim masyarakat luar daerah tersebut bahua penduduk cirebon utara terkesan brutal, padahal hal demikian tidaklah seperti yang dibayangkan.
  4. Jarang orang melintas di daerah tersebut, dengan suasana yang gelap, dan sepi.
  5. Para Investor Enggan untuk menamam modal. dan jangankan investor pemerintahpun sendiri baik pejabat dinas ataupun lainnya malas berkunjung.
  6. Masyarakat kurang luas dalam bergaul serta menghambat pola fikir, dan akan sepenuhnya menyalahkan pemerintah. dan bisa saja itu Benar dan sangat benar.
  7. Terjadi berbagai macam kriminalitas dengan kebekuan ekomomi yang kurang mengalir.
  8. Banyak warga sekitar yang beraktivitas ke indramayu, seperti sekolah.
  9. Terjadi Isu Pemekaran daerah cirebon Utara yang mungkin saja terjadi atau masuk dalam area kota administratif dan banyak lagi.
Sebenarnya seberapa mahal pemerintah membiayai itu, sedangkan angka yang fantastis nilai APBD Kab Cirebon yang lumayan besar. Prinship pemerataan pembangunan akankah terwujud jika demikian adanya, belum lagi mengenai ekonomi yang setidaknya harus diperhatikan telebih dahulu, persoalan pula adalah apakah pemerintah tak malu dengan keadaan Kecamatan krangkeng yang dewasa ini maju. Artikel ini setidaknya sebagai acuan untuk pemerintah dan mohon di indahkan meskipun penulisnya hanya sekedar orang yang tak berguna di masyarakat, akan tetapi mohon kepada para pemangku kebijakan lihat dan dengarlah jeritan SAKIT SI MISKIN yang mendalam dan sebuah ketimpangan sosial di cirebon. Kepada pajabat daerah mohon berkenan untuk hal ini malalui Dinas terkait untuk merealisasikannya.

1 komentar:

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..