WASPADA....!!! Komunisme gaya baru

Traumatika yang sangat berlarut bagi rakyat Indonesia, sejarah yabg tak bisa terlupakan mengenai kebengisan komunis pada masa itu, berawal dari sebuah tawaran yang mengacu pada sosialisme, bagi Islam itu sangatlah dianjurkan,  bahkan banyak mendapatkan respon positif dari berbagai tokoh pasda saat itu. Masuk pada Indonesia menjelang perang dunia pertama Komunis masuk di Indonesia dan berhasil mendoktrin banyak kalangan, dengan gaya sosialisme tersebut para pemuka Islam Indonesia sangat merespon keberadaannya seperti  HOS Cokroaminoto, Agus salim, H. Samanhudi dan banyak lagi.
Bagaimanakah Komunis saat itu..?



Sejarah hitam pekat kental pada saat itu tak bisa dibuang dan dilupakan begitu saja, kekejaman gerakan-gerakan pembantaian para komunis yang prontal tersebut sangatlah membuat marah rakyat terutama bagi Muslim Indonesia yang menjadi salah satu target pembantaian yang sangat keji dari para ulama sampai pada santri pesantren di pondok-pondok kala itu. Pada mulanya komunis ikut dalam pergerakan syariat islam, semaun, Alimin Prawirodirdjo sosok komunis yang pada saat itu berhasil duduk pada struktur kepengurusan Syariat Islam, dengan mengintai kekuatan syariat islam, Tan Malaka, Semaun, Alimin berhasil mengusai syariat islam dengan menikam dari belakang kepemimpinan dan membuat syariat islam terpecah dan terbagi dua yakni syariat islam merah-putih, dimana syariat islam merah (semaun dkk), syariat islam putih (cokroaminoto dkk), singkatnya syariat islam merah berubah menjadi PKI.

Bagaimanakah Komunis saat ini..? Komunis Gaya Baru..

Meskipun Karl Max, Lenin telah terkubur dalam-dalam di tempat kelahirannya, tetapi ruh sebuah pemikirannya masih juga dipakai dengan kedok berlambang sosialis tersebut, sakit yang begitu dalam dialami oleh para Ulama, dari pembantaian PKI di berbagai tempat di Indonesia, bukan tidak mungkin meskipun di ERA Orde Baru mengganggap bahwa masalah pencabutan Tap. No. XXV/MPRKS/1966 tentang komunisme/atheisme/Marxisme/Leninisme, tentang G.30.S/PKI tentang pengembalikan sejarah dan sebagainya. Semua itu sudah terjadi dan menjadi pelajaran bagi kita semua dalam sebuah isyarat, baik untuk umat Islam dan lainnya, Insan Pancasialin, Militer, Mahasiswa, pemuda pemudi, politikus dan banyak lagi, menjadi catatan buruk jika mengenang sejarag G.30./PKI dan jangan sampai terulang kembali.

Gerakan Komunisme marxisme tersebut ternyata ruhnya sampai saat ini masih bergentayangan, terutama kita mesti waspada pada gerakan politis dan saya tidak menyudutkan salah satu parpor, akan tetapi label sosialis semata-mata itu adalah wacana mereka, demikian terjadi beberapa hal yang saat ini gerakan Komunisme mulai muncul kembali mungkin dengan motiv lain, seperti para pelajar mahasiswa yang banyak mengkaji pemikiran markisme/leninisme dan sejenisnya, kemudian masuk pada sebuah ranah politis sebagai praktisi, sementara itu kita bisa menyaksikan bersama bahua ketekunan beragama saat ini jarang sekali seorang yang menjalankannya, bagaimanakah dengan anda, sedikit mengulas statment pada di sebuah koran Kompas edisi, 04 juni 1991 " Kita harus tetap waspada terhadap komunisme gaya baru yang merupakan perlengkapan komunisme Stalinis dan Maois yang telah ada sebelumnya. Komunisme gaya baru atau disebut juga Sosialisme demokratis, kedengarannya humanis, Tetapi didalamnya tetap ajaran Komunisme dengan segala teori klasiknya" (Try Sutrisno).

Dari berbagai macam keadaan saat ini sangat progress bagi para komunis untuk masuk dan merusak tatanan sebuah pemikiran dengan embel-embel sosialis, dengan kondisi Indonesia yang lumpuh dari banyak hal, ekonomi, pendidikan dan lainnya, komunisme akan masuk dari konteks tersebut, mungkin dari muatan politis sebagai pelaku kebijakan, sedikitnya timbul sebuah ketidak percayaan seseorang pada agama secara tingkah, Kembali pada sebuah pemikiran Marxisme dalam bukunya "Agama adalah hanya bagaikan bayangan matahari yang bergerak mengitari orang sampai ia mulai mengitari diri sendiri..." (on the Cristism of the Hegalian Philosophy of righf, dalam bahasa komunisme, A.Z. Abidin 1982:247). jika mengulas kutipan tersebut, marxisme menganggap agama merupakan keluh kesah makhluk tertindas, hati nurani dari dunia yang berhenti, tetap sebagai mana ia dalam jiwa dari keadaan yang tidak berjiwa. 

Landasan Demokrasi saat ini adalah ajang bagi embriologi komunis untuk andil dengan jargon ataupun bendera yang lain, keadaan lemiskinan masyarakat yang sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah memberikan kesempatan yang sangat strategis bagi para komunisme untuk menjadi pahlawan mereka dan ujung-ujungnya akan merusak tatanan pancasila, berbagai macam motiv yang dilakukan komunisme dahulu menjadi sebuah pelajaran bagi kita tinggal bagaimanakah korelasi pergerakan tersebut dalam era saat ini, motiv gaya baru komunis terkesan sosial dan pasti diterima oleh masyarakat, dengan iming-iming surga dan kedamian tatkala negara sedang goncang seperti pada saat ini. untuk itu sedikitnya artikel ini bisa menjadi sebuah bubuhan dan bersama mengingat gaya komunisme dahulu dan saat ini secara konteks. contohnya pada jaron, atribut, pemikiran, dan sebagainya.

2 komentar:

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..