Masyarakat Cirebon Harus siap Mental

Kebanjiran banyak pembangunan yang terlihat secara kasat mata, banyak para Investor yang melirik Cirebon untuk berinvestasi, beberapa titik kawasan yang saat ini tengah mengalami perubahan-perubahan diantaranya kawasan Industri di Cirebon Timur, Kawasan Metroplis di Kota Cirebon, bahkan banyak pula yang melirik di kawasan Beber cirebon selatan perbatasan daerah kuningan sebagai wilayah pariwisata, dan banyak lagi kemungkinan besar Cirebon akan menjadi kawasan yang menjadi sebuah market Nasional. Sebuah Kota kecil yang menjadi daerah transite pulau jawa dari Timur menuju jakarta tersebut tidak menutup kemungkinan Cirebon akan menjadi ramai, apalgi Kepadatan Jakarta sekarang yang tidak bisa tertampung, ditampah pembangunan Proyek Tol Cikapa (Cikampek Palimana), Bandara Internasional di Majalengka dan Pembangunan Pengembangan Pelabuhan Cirebon yang juga bertaraf Internasional yang saat ini sedang dan akan berlangsung, ini juga menambah aspek tranfortasi darat laut dan udara semakin mendukung.


Kenapa Masyarakat Cirebon Harus mempersiapkan Mental..?
 
Berkaca pada sebuah Ilmu Sosiologi yakni perubahan Budaya salah satunya yang paling drastis adalah perubahan teknologi, transportasi, dengan adanya 2 efek besar tersebut setidaknya mentalitas masyarakat untuk tetap menjaga Nilai sebuah kultur budaya yang perlu di jaga karena sejatinya manusia yakni tahu asal usulnya, siapa yang menciptakan, dari mana asalnya, bagaimana sejarahnya, siapa yang membuatnya demikian, dan lainnya, singkatnya banyak sekali perubahan dan tidak bisa dihentikan oleh siapapun itu, karena seiring dengan inovasi dan perkembangan pola fikir manusia itu sendiri dan ini adalah teori baku secara sosial. Perlu di tekankan kepada Masyarakat mengenai Mental yang harus di kuatkan yakni mengihindari kepunahan budaya cirebon, apalagi cirebon dikenal sebagai Kota Walinya, bila perlu jadikan itu sebagai Jargon agar cirebon salah satu kota prinsipil (beridentitas) berciri di Indonesia dan bukan hanya gambaran abstrak, contohnya, cirebon yang berjargon Kota Wali tapi tidak menunjukkan nilai Kewalian atau kurang bahkan tidak sama sekali, Cirebon menjadi Kota Udang tapi udangnya atau sejenis udang, kongkritnya Nelayan banyak yang dikecewakan contohnya daerah nelayan yakni Bungko, Bondet dengan sejarahnya, dan  Lainnya.

Masyarat Cirebon seharusnya lebih dewasa dalam mensikapi kemujaun tersebut, banyak faktor yang nanti akan terjadi pada cirebon dan akan berefek pada moral serta sosial yang sangat signifikan. Mencermati beberapa perkembangan diwilayah Cirebon sebagai Kota Timur Jawa Barat, Dewasa ini banyak terjadi ketimpangan sosial didalamnya dalam arti kata, orang-orang cirebon hanya menjadi penonton, dengan kesiapan mental yakni mental kemajuan untuk itu mari bersama membangun Cirebon. Dan Terbingkis kepada pemerintah mohon lihat kondisi maysrakat lebih bijak dari efek kemajuan tersebut.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..