5 kunci menjadi manusia yang Unggul

Aku harus memacu percepatan diri

  • Waktu adalah barang paling berharga untuk kujaga. Karena ia adalah barang yang paling mudah hilang dariku. 
  • Bagiku yang ingin memacu percepatan diri, waktu adalah kuncinya. Orang bodoh adalah orang yang diberi modal hidup berupa waktu kemudian ia sia-siakan 
  • Aku tidak boleh melakukan sesuatu yang sia-sia, sebab semua yang dilakukan sangat pasti memakan waktu. Padahal waktu itu sangat berharga, mana mungkin sesuatu yang sangat berharga diisi dengan sesuatu yang sia-sia (mubadzir), apalagi perbuatan sia-sia itu adalah perbuatan syetan. 
  • Pastikan waktu yang kugunakan hanya diisi dalam rangka memacu dan menempa kemampuan diri. 
  • Pastikan setiap jam, setiap hari, setiap minggu yang aku lalui harus selalu benar-benar full manfaat dan lebih dari yang orang lain lakukan. 
  • Kalaulah aku melihat orang lain belajar lima jam sehari, maka aku harus punya bonus waktu belajar lebih dari lima jam seperti yang orang lain lakukan. 
  • Jangan sia-siakan waktu. Dalam segala hal buatlah program, perencanaan yang matang, cermat, dan rasional. Sehingga waktu kita efektif hanya digunakan untuk hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan dan mutu diri.

Aku harus memasuki system yang Kondusif

  • Ternyata sistem yang aku masuki akan sangat-sangat mempengaruhi percepatan diriku. Salah dalam memilih sistem, memilih lingkungan, maka akibatnya pun akan segera aku rasakan. Karenanya siapapun yang ingin memiliki percepatan diri yang baik untuk menjadi unggul, harus mencari sistem, lingkungan, atau teman-teman yang berkualitas. 
  • Sistem yang memiliki keunggulan lebih dari standar biasa, lingkungan yang memuliakan perilaku yang terjaga, teman yang memiliki kehalusan budi pekerti yang tinggi. Apabila aku masuk dalam sistem seperti ini, maka imbasnya adalah pada diriku jua. Percepatanku akan terkatrol untuk menjadi unggul dan bermutu. 
  • Agar aku memiliki pribadi unggul, tangguh, dan prestatif, maka aku pastikan untuk tidak salah dalam memilih pergaulan. Sebab, salah dalam memilih lingkungan, salah dalam memilih sistem, berarti telah salah dalam memilih kesuksesan. 

Aku harus berdaya sang Positif

  • Pepatah mengatakan bahwa, lebih baik jadi juara dua diantara para juara umum, daripada jadi juara satu dari yang lemah, atau juara utama dari yang terbodoh. Karena buatku bukan jadi juaranya, tapi bagaimana memompa kemampuan optimal dalam hidupku. Lebih baik juara diantara para juara, daripada juara diantara yang kalah. 
  • Pantang bagiku sebel melihat bintang kelas, namun justru harus kupelajari bagaimana ia bisa jadi bintang kelas, lalu aku menekadkan diri untuk dapat lebih baik dari dia. 
  • Berani bersaing secara sehat dan positip bagiku adalah kunci menuju gerbang kesuksesan.


Aku harus mampu bersinergi

  • Aku pahami bahwa dengan berjamaah akan melahirkan team work yang solid. Dimana nanti hasilnya akan jauh lebih besar, lebih dahsyat, atau lebih unggul dibandingkan kalau aku melakukannya sendiri. 
  • Makin besar kekuatan sinergi yang kulakukan dalam setiap kali berinteraksi dengan orang lain, maka akan makin besar pula kemampuan yang aku hasilkan. 
  • Aku sadari bahwa jika seorang yang pintar bertemu dengan seorang yang yang pintar akan bertambah pintar. Sinar Laser dapat menembus benda-benda tertentu karena sinar laser terdiri dari gelombang-gelombang yang memiliki harmoni yang sama, yang akhirnya ia dapat menembus baja yang tidak mungkin ditembus oleh sinar biasa. 
  • Aku pahami bahwa dalam Islam 1 + 1 bukan 2 tapi 11. Maka, aku harus hidup berjamaah, harus senang hidup berjamaah. Inilah kekuatan yang akan membuatku jadi unggul. 
  • Aku lakukan bernchmaking (studi banding) ke institusi lain sebagai bahan bandingan, dan ini sangat penting bagiku. Hal ini agar pemikiranku terus berkembang kemampuannya, tidak mandeg atau disitu-situ saja. 
  • Aku tidak meremehkan siapapun, setiap ketemu orang tekadku adalah harus jadi sarana perubahan dan penambahan wawasan. Sebab kalau aku sudah merasa pintar sendiri atau kalau aku sudah merasa yang terbaik, yang terbagus, yang paling pintar, maka sebenarnya aku telah jadi yang ter-bloon.

Aku Harus jago dalam menejmen kalbu

  • Aku harus mampu mengendalikan suasana hatiku ini. Kalau hatiku gembira, maka aku gembira, kalau hatiku sedih, maka sedihlah diriku, kalau hatiku dongkol, ngambek, maka seperti itulah diriku. 
  • Aku ingat selalu pepatah, "Kekayaanku adalah hatiku, apapun yang engkau lakukan, yang penting jangan kau curi hatiku". 
  • Aku tidak akan sebel pada siapapun, termasuk kepada orang yang menghinaku. Toh itu suara-suara dia, mulut-mulut dia, mengapa mesti pusing-pusing? Karena kalau aku sudah sebel ke seseorang berarti aku telah menghabiskan banyak energi untuk memikirkannya. 
  • Aku meyakini bahwa jikalau aku tidak bisa menata hatiku ini, maka waktuku akan habis meladeni kebusukan hati ini. Aku akan terhambat, tidak akan berprestasi karena energiku habis untuk memikirkan orang lain, naudzhubillah. 
  • Aku meyakini jikalau aku tidak mampu mengelola hati, aku akan kerepotan dalam menghadapi hidup ini. Rasulullah SAW bersabda, "Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama kalbu (hati)." (H.R. Bukhari-Muslim). 

Insya Allah bagi mereka yang jago dalam manajemen kalbu-nya, maka selamat menjadi pribadi unggul. demikian artikel 5 kunci menjadi manusia yang Unggul

Standar Kebenaran Menurut Agama Tapi Kok Jadi Ga Karuan

Sudah barang tentu agama merupakan sebuah pemeberdayaan ummat atau tuntunan dan pedoman bagi penganutnya, dan sudah pasti juga semua agama mengajarkan kebenaran, dalam konteks ini adalah masalah sosial pada umumnya, saya tidak berbicara Aqidah yang mungkin pembaca kurang begitu berkenan jika ada sebuah perbandingan yang dasar tentang aqidah karena nanti akan berujung pada sebuah kacamata ketidak samaan, atau sudut pandang perbedaan, selanjutnya saya akan menulis sebuah kerangka moral dan sosial saja yang sudah sewajarnya seseorang harus berbuat baik kepada sesama, saling menjaga, menghormati, dan saling memuliakan, karena kita semua makhluk salah dan benar bukan ukuran akan tetapi keterlibatan kita sebagai sosok makhluk sosial yang berhubungan dengan manusia lain. sedikit saya ambil kesimpulan yakni bercerita tentang beberapa kelompok yang mengatasnamakan agama namun akhirnya membawa kacau bahkan melemahkan agama itu sendiri dalam artikel ini yang berjudul Standar Kebenaran Menurut Agama Tapi Kok Jadi Ga Karuan.

Dewasa ini sering terjadi banyak kekeliruan menurut saya dalam menjalankan tingkah sosial apalagi mereka mengatas namakan agama, atau agama yang dijadikan tolak ukur sebagai landasan sosial, yang jelas-jelas agama tak salah dan agama tak bisa diasalahkan tergantung pada kita dimana dalam mengamalkannya dalam kehidupan, mengimplementasikan teori agama dan mengakselerasikan dengan sosial itu sendiri hingga terjadi sebuah hakikat cinta antar sesama manusia. kembali pada konteks Standar Kebenaran Menurut Agama Tapi Kok Jadi Ga Karuan, kenapa demikian, berbagai polemik dimasyarakat bisa dibilang sangat primitif mereka yang mengaku agamawan akan tetapi kurang mencontohkan. Terjadi diberbagai tempat, wilayah, bahkan negara sekalipun dan mentahnya masyarakat tidak bisa membedakan mana agama dan mana yang bukan (oknum). Hal ini menimbulkan sebuah penceraan pada segi kepercayaan tokoh agama bahkan akan berefek pada penilaian agama itu sendiri, contohnya masyarakat barat orientalis yang menganggap islam itu agama yang fundamentalis, baca disini Fundamentalime.

Menghindari sebuah pertikaian sebenarnya bisa dikatakan mudah dan bisa juga dikatakan sulit, namun ketika pertikaian tersebut datang dari sebuah kelompok atas nama agama bahkan pertikaian itu terjadi dalam sesama agama, dan ironisnya hal itu dilakukan oleh seseorang yang dianggap pemuka agama, ini yang repot, karena pada prinshipnya adalah menyerukan kebaikan namun kedua-duanya menganggap paling benar dan paling baik sehingga menimbulkan dampak yang negatif di penilaian ada masyarakat, terlebih dilakukan oleh seseorang yang mengklain dirinya tokoh atau mentokohkan diri, karena berdasarkan banyak pengikutnya. Jika demikian ummat akan dibawa kemana, dan Ingat wahai orang yang mengaku pemimpin, yang mengaku dirinya ahli Haq, Masyarakat itu menyaksikan dan kebenaran itu hanya milik Tuhan. 

Semua orang berhak untuk mentafsir kaidah agama, seperti dalam kitab-kitabnya, akan tetapi kemapanan ilmu dalam mentafsir itu juga perlu, seumpama dalam menegakkan kebenaran dan mencegah kebatilan, arti amar ma'ruf itu secara garis besar yang diimplementasikan pemuka agama kebanyakan sama. perbedaannya pada penafsiran karena mereka memiliki standar masing-masing dalam mempraktekkannya. contohnya adalah menyerukan penduduk untuk solat jamaah dimasjid, dan yang lainnya (tokoh agama) sama demikian, tetapi lantaran ketidak sukaan, dan ketidak samaan dalam mempraktekkan amalan sholat dimasjid itu kadang itu juga menjadi pedebatan hingga jamaahnya bingung mau manut yang mana. Bahkan yang ada yang lebih ngeri yakni ada justifikasi pada kelompok tertentu seperti dianggap sesat baca disini (Bid'ah adalah kalimat sensitif). Hal itu terjadi lantaran pemahaman yang berbeda dan kaku dalam pemahan serta pengamalannya. selanjutnya tentang mencegah kemungkaran, kadang ada juga pemuka dan kelompok agama seolah-olah membuat kemungkaran yang baru. dan al-hasil masyarakat tidak setuju dan terjadi bentrok. Ironisnya bentrok itu berceritakan antara agama dan masyarkat, Ini aneh menurut saya, "Jadi Agama sebenarnya yang mana" masyarakat juga beragama kok!!

Standar Kebenaran Menurut Agama Tapi Kok Jadi Ga KaruanKita adalah umat yang beragama (Memiliki agama) percaya agama, mengenai pendalaman, pengamalan secara syariat mungkin belum begitu maksimal, namuan secara KTP adalah sudah jelas kita itu beragama, dan percaya Tuhan, Neraka, Surga dan seterusnya, datanglah sekelompok orang untuk mengingatkan agar lebih mengenal agama dan bukan hanya dalam KTP belaka, akan tetapi lebih pada konteks tersebut dan inilah yang disebut tokoh agama yang menjadi panutan, Terkadang kerancuan itu berawal dari sebuah pemikiran dan sempitnya sudut pandang, hingga menimbulkan negatif dalam penyampaiannya pada masyarakat. Saya berfikir bahwa agama bukan senjata, bukan pistol, bukan golok bukan juga Nuklir yang terkadang ada orang yang menghukumi seseorang dengan menggunakan bahasa Kafir, atau dikit-dikit keluar dalil, dan jika diberikan dalil lagi dia bertanya itu dalil shohih apa bukan, Seolah-olah dia punya dalil adalah sebuah perangkat perang yang siap memerangi, padahal implementasi dari dalil itu mungkin tidak demikian maksud dan artinya secara kontekstual, dan mereka biasanya memahami dengan dangkal dan tekstual.

Dunia semakin sulit mencari sosok yang bisa dijadikan panutan, figur, tokoh yang dijadikan pedoman, karena ketika mulai sami'na kepada tokoh agama disisilain tokoh itu dicela, uniknya juga ada sekelompok orang yang sudah memiliki surga, seolah-olah dia ahli Haq dan tiket surga sudah ditangannya, saya tidak mengdiskriditsi seseoang atau kelompok akan tetapi berfikir waras dalam konteks ini, lantaran kegelisahan ini semakin meningkat sehingga kita sangat mudah disusupi dan dijajah, bahkan ditumpangi, Intinya kita akan dihancurkan. Ketika kita bertikai mereka akan puas dan tertawa, mereka akan menonton dan mensupport satu sama lain seolah-olah datang membawa perdamaian, padalah dengan niat lain. Dan kita gampang diadu domba.

Saya butuh cinta yang penuh dengan ketengan, penuh kemandirian, penuh keindahan, kesahajaan, kedamaian dan saat ini mungkin sedikit demi sedikit sudah tergerogoti oleh orang-orang yang memang sudah mempersiapkan, membuat kita lalai, tak sadar, tak tenang dan selalu menganggap musuh orang lain yang tak sepemahaman, uniknya juga yang dianggap musuh itu orang yang seiman. Baca juga ini Arab itu Bukan Islam dan Islam Bukan Arab.

Dalam artikel Standar Kebenaran Menurut Agama Tapi Kok Jadi Ga Karuan ini merupakan curhatan yang sangat dalam, karena penulis sangat perlu bimbingan mental dan spritual yang dalam, dan kajian yang positif, bukan hasutan, bukan informasi untuk membenci golongan, kelompok, bukan mencari kesenangan setelah benci itu disalurkan kemudian mengatakan kemenangan. Bukan peperangan, Logika saya hanya berfikir sederhana yakni ingin damai dan hidup berdampingan menuju kekuatan dan Ridlo Tuhan. dan yang terakhir adalah Agama itu benar yang salah adalah manusianya dan saya tidak suka dengan manusia yang mengaku benar dan menyalah yang lain yang menurutnya tidak benar, dan saya berfikir merekalah orang yang mengaku benar serta mengatas namakan agama. baca juga ini Hakikat Cinta dan Benci karena Allah.

Lebih Baik Membela partai ketimbang membela Rakyat

Berpolitik untuk mencari kekuasaan adalah sektor yang sangat tepat untuk membangun masyarakat, dengan berpolitik aktif maka terjadilah sebuah akeselerasi dan popularitas yang akan didapat seseorang hingga menjadi tokoh di kalangan masyarakat baik bersifat lokal, nasional, ataupun regional, banyak cara untuk ikut andil membangun masyarakat jika kita memang ingin memperhatikan masyarakat hingga mampu mensejahterakan penduduk, akan tetapi kebanyakan orang memilih untuk aktif berpolitik hingga menjadi anggota partai politik. Itu semua merupakan hal yang sangat menjamur di masyarakat kita, mereka yang aktifpun dari berbagai kalangan, mulai dari Aktivis, Budayawan, Akademisi, Bahkan preman sekalipun asalkan mereka berfikir memajukan masyarakat dan ikut bergabung pada kerangka sistem politik dengan aktif pada partai politik. baca juga ini Mungkinkah China akan Kuasai Indonesia Karena Hutang

Mencari Popularitas dari isu sosial.
Orang yang pandai dalam membaca situasi, mereka memilih jalan yang negatif yakni mencari popularitas (ingin dikenal) sebagai sosok yang peduli pada umum, seolah-olah menjadi pahlawan yang rela berkorban, namun ujung-ujungnya adalah mentokohkan diri dan ikut andil dalam parpol, Dengan memanfaatkan momen tersebut, seseorang yang gila pernghormatan akan menjelma sebagai orang yang suci dan berpihak kerakyat. Ini adalah pribadi seseorang yang kurang waras menurut saya, contohnya, ketika mereka menjadi seseorang yang benar-benar lurus kemudian mereka terlibat aktif dalam sebuah kasus dimasyarakat "kasus kesejahteraan rakyat, kasus kemiskinan" dan banyak lagi, dia memproklamirkan dna mengkampnyekan hal itu pada pemerintah, hingga terdengar dan sampai pada tingkat realisasi untuk pembenahan dari pemerintah, mungkin realisasi itu datang dari akses politik kepartaian atau memang melalui media, hingga popularitas didapatkan oleh seseorang tersebut hingga dianggap orang yang mampu membangun.
Dalam konteks pencitraan, memanglah butuh figur yang serba bisa dalam urusan sosial, dalam hal itni yakni bagaimana mencari popularitas dari isu sosial, sampai pada tingkat penilaian bahwa dia adalah sosok yang pandai, pemimpin, mampu, dan membela rakyat.

Awal rusaknya moral tokoh sosial.
Ditulis pada paragraf sebelum ini, mereka yang tulus dan benar-benar ikhlas membangun masyarakat, walaupun tak ada jabatan atau kepentingan apapun seseorang tersebut dalam sebuah pengwasan dari gerakannya dalam membela rakyatnya, dan pengawasan tersebut secara sengaja atau tidak disengaja, lantaran dia aktif di masyarakat dan ditokohkan menjadikan lama kelamaan si orang ini akan dikenal. Pada mulanya seseorang tersebut sering berhubungan dengan elit politik, hingga sebagian besar mereka dijadikan keanggotaan pada parpol tertentu.

Resiko hidup dilingkup sistem politik yang ada pada partai politik, memanglah sangat positif jika dilihat dari peraturan, etika, hukum, dan macam-macam lainya yang tertera pada undang-undang parpol itu sendiri, namun ketika masuk keranah kekuasaan hal itu akan berubah menjadi seseorang yang patuh terhadap partai dan Lebih Baik Membela partai ketimbang membela Rakyat, Kenapa itu demikian, semua kembali pada manusianya yang takut akan kekuasaannya dan kepentingannya tidak dapat terealisasi. bahkan karirnya akan terlibas habis karena melawan kebijakan partainya.

Pada dasarnya tak ada partai yang mengajarkan buruk (jelek) akan tetapi sentuhan politiklah yang membuat seseorang yang memiliki kebijakan dalam partai menjadi sensitif apabila melihat partai lain lebih kuat atau membangun sesuatu bukan dari partainya, atau tidak ada penilaian positif secara khusus pada partainya, dan lainnya, ini adalah sebuah gengsi individual namun melibatkan kerangka organisasi partai, inilah sebab banyak mereka pada penguasa yang memilih Lebih Baik Membela partai ketimbang membela Rakyat, dan tidak diragukan lagi bukan hanya pada kalangan pemerintah daerah seperti Bupati, Gubernur bahkan Presiden sekalipun, saya tidak mendiskriditsi salah satu partai atau penguasa, setidaknya pembaca sadar bahwa partai adalah wasilah, kemdaraan, yang menjadikan tokoh atau mentokohkan seseorang, bukan kebalikannya yakni partai yang menjadi penguasa dan mencampur adukkan gengsi dan imej pada kekuasaan.

Kebijakan yang semestinya dilakukan terkadang terkendala pada partai.
Ini adalah salah satu bentuk ketidak puasan, dan arogansian oraganisasi yang didalangi oknum kepentingan tokoh parpol, dimana banyak sekali kebijakan yang sebenarnya baik untuk masyarakat yang harus diambil oleh pemerintah yang menjadi anggota parpol, namun merasa terancam dengan parpol itu sendiri lantaran ada unsur gengsi akan menjadikan partai tersebut merasa kurang tepat, seharusnya pemerintah tidak menghiraukan hal itu, karena jabatan itu bukan dari partai akan tetapi dari masyarakat.
Hal ini mungkin sangat sering menjadi kendala kepala pemerintahan yang menjadikan dirinya bersikap kurang layak, atau mungkim karena dia membayar jasa kendaraan partai itu mahal dengan upeti besar. Atau dia merasa tak enak hati karena ditokohkan oleh partai.,,,

Masyarakat adalah lahan basah yang dijadikan mesin kekuasaan.
Ini yang lebih seru, karena dengan persoalan dimasyarakat membuat parpol semakin gencar untuk mencari aspek yang dapat diangkat dan tentunya dapat membuat reputasi tokoh parpol menjadi naik, hingga nama parpolpun menjadi naik, yang dimaksud lahanb basah sangat bermacam-macam, seumpama dalam konteks ketimpangan sosial, biasanya banyak yang mencoba masuk untuk menjadi pahlawan dan dalam gedung DPR tersebut seolah-olah masyarakat yang diangkat kasus sosialnya tersebut adalah klaim milik parpol terternt melalui sektor DPR, dan akan terasa ketika pada masa pemilu dimana klain daerah itu adalah kawasan salah satu parpol. Ini biasanya parpol memasang sebuah perangkap baik media maupun tokoh yang dijadikan sumber informasi bahkan delegasi. Ini juga alasan saya menulis Lebih Baik Membela partai ketimbang membela Rakyat,

Ketika datang masa-masa kampanye banyak bendera-bendera yang bertuliskan membela yang tertindas, akan tetapi pada ahirnya nanti merekalah asli penindas yang mengatasnamakan kepentingan yang ditindas. Saya sendiri memiliki kepekaan tersendiri dalam sebuah masalah sosial, namun saya kurang percaya pada partai dan kurang percaya pada pemerintah, lantaran banyak hal yang membuat saya semakin tidak nyaman dan risau akan ketenangan sebagai warga negara, yang semestinya perlu di proteksi dan diperhatikan dengan layak, akan tetapi kondisinya terbalik pemerintah lebih memihak partainya daripada kami di masyarakat mungkin dianggap tidak berpengaruh bahkan tidak menimbulkan efek positif bagi partainya, lebih khusus untuk dirinya sendiri.


Membarikan sumbangsi dengan nama partai atau nama seorang partaisme.
Ini maksudnya adalah seseorang akan lebih cakap dan garang pabila memberikan sebuah kontribusi bersifat sosial yang mesti di klaim atau diberi identitas, contohnya sangat banyak, kita bisa lihat beberapa kendaraan seperti ambulan yang bertuliskan nama partai, saya sendiri tidak mengerti tujuan apakah yang dilakukan, atau beberapa sektor bantuan untuk komunitas pemuda, yayasan, atau pendidikan dan saranan umum harus mengajukannya melalui dewan yang secara implisit adalah dari partai A partai B atau C, ini juga menjadi obrolan umum di kalangan aktivis masyarakat yang kerap kali gagal mengajukan permohonan dana karena melalui tidak melalui mekanisme kepartaian tertentu, mungkin uang APBN sudah dikuasai partai Ya.... Ohh sungguh seram mendegarnya. Hal ini sangat rawan korupsi karena mengadung unsur pemotongan dan pemangkasan anggaran. dan terlebih hal ini banyak para aktivis masyarakat seperti ketua yayasan, ketua pemuda yang menggadaikan idealismenya dengan mengikuti mekanisme agar permohonannya dikabulkan. baca ini Gaya Hidup Politikus | Perwatakan Negatif

Pemerintah aktif dengan acara kepartaian saat acara dibandingkan masyarakat yang mengundang dirinya.
Masyarakatlah yang membayar pemerintah, masyarakatlah yang dijadikan objek kemakmuran, masyarakat juga sebagai pekerjaan yang real, dibandingkan acara ceremonial yang berisikan sebuah rencana-rencana busuk yang menjatuhkan lawan partai, atau menjatuhkan sosok sesama partai, pada saat warga membutuhkan kehadiran sang penguasa daerah, entah bupati, gubernur atau presiden sekalipun mereka enggan untuk hadir apabila yang mengundang bukan orang sendiri (orang partai yang memiliki kebijakan penuh), berpengaruh, kondisi yang benar-benar screet "jika tidak hadir akan berimbas pada dirinya dianggap tidak peduli secara umum". Mereka akan menutup telinga dan mata seolah-olah itu dianggap tidak penting, dan mengatakan "Saya sibuk dan bukan hanya mengurus itu saja karena sayakan kepala daerah". Menurut saya kalau begitu kita sebagai masyarakat jangan bayar pajak, jangan ikut nyoblos, bila perlu demo besar-besaran untuk melengserkan. Itu semua merupakan sebuah kebiasan para dedemit oknum pemerintah.

Tulisan ini terbingkis untuk pemerintah yang bijak dan membuka kacamata pemerintah khusunya yang dari partai agar membuka mata, hati dan fikiran, kita semua sayang kalian, namun jangan jadikan diri kalian hina dihadapan Tuhan dan Kami, dan mulya dihadapan Partai Pengusung Anda, saya tidak peduli apapun partai, saya juga tidak perlu partai, jika sampai saat ini masih belum ada juga partai yang benar-benar mengerti kami, dan masih terpengaruh dengan dominasi kekuasaan yang setelah berkuasa kemudian salah bekerja, dan kewajiban. sekian artikel Lebih Baik Membela partai ketimbang membela Rakyat baca juga ini Pemerintah Belum Sensitif pada Rakyat

Curhatan Untuk Pak Jokowi atas Celaan dan Hinaan

Mengenai pemberitaan miring pada seorang nomor satu di Indonesia memanglah wajar apabila hal itu merupakan sebuah kritik membangun, atau pemberitaan yang bersifat mengingatkan komponen pemerintahan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah, akan tetapi jika menyinggung fisik "mencela" ini bukan hal yang wajar, bisa dikatakan sangat keterlaluan, terlepas dasar suka tidak suka atau setuju tidak setuju kita sudah tidak bisa menyangkal bahwa Ir. Jokowidodo adalah presiden RI, yang semestinya kita bantu, kita lindungi dan kita kawal bersama-sama dengan sekemampuan kita demi keutuhan bangsa Indonesia, saya sendiri awalnya kurang begitu respek mengenai soal pemerintahan periode ini, bayak alasan yang mendasar tentunya yang membuat saya kurang begitu suka pada pola pemerintah Era Jokowi-JK, namun bagaimanakah kita mensikapinya secara dewasa dan tidak terlalu terbawa rasa benci yang berlebihan.

Dewasa ini banyak pencelaan yang datang dari berbagai elemen masayarakat dari berbagai kalangan, seperti pada kalangan elit, hal ini bukan rahasia lagi, di media televisi misalnya, banyak debat kusir yang pada intinya meragukan kepemimpinan Jokowi-Jk, dan itu dikonsumsi publik secara menyeluruh dan nasional, inikah negara yang tak punya wibawa atau Presiden kita yang kurang memiliki wibawa. Negara ini layaknya seperti hiburan yang mengocok perut, seperti pewayangan tokoh-tokoh lucu kemudian ditertawakan. bahkan sampai pada masyarakat awampun seperti saya bisa menilai demikian. Sungguh malang Nasib Bangsa kedepan.

Hinaan dan celaan terhadap pemimpin kita seperti kemarin-kemarin yang menjadi perbincangan media, bahkan sampai pada proses hukum ini adalah sebuah pelanggaran yang konyol dan sangat memalukan, bukan hanya mengenai pemberitaannya akan tetapi pada figur Presiden kita, yang menjadi obyek penyelaan, di media sosial contohnya, gambar meme yang mengandung sara bertaburan, di akun fb, twinter, dan banyak lagi, itu adalah sebuah kelakuan yang sangat konyol dan sama sekali tidak dewasa dalam bersikap. Sebagai masyarakat Indonesia setuju tidak setuju Jokowi adalah presiden kita, pemimpin kita, itulah real dan kenyataanya, mau dibawa kemana bangsa kita. Semua orang memiliki catatan pribadi masing-masing dan berhak menilai siapapun, apalagi hal yang sangat prinsip yakni membawai masa depan Bangsa, namun bagaimana cara mengimplementasikannya dengan sudut pandang yang bijak dan dengan sebuah rel yang benar, bukan melakukan sebuah kekonyolan yang bisa merugikan diri sendiri. 


Pak Jokowi yang terhormat..
Sabarlah engkau dalam memimpin negeri ini, Kuatkanlah dirimu dari pengaruh orang-orang sekelilingmu yang memang kurang manusiawi, secara pribadi saya menilaimu adalah sosok yang dipaksakan, sosok yang ditokohkan, namun jangan sampai engkau jadi barang dagangan publik untuk kepuasan mereka, saya yakin bapak pasti bisa, dan bapak mampu berbuat adil. Meskipun sulit lantaran kepentingan-kepentingan mereka yang selalu saja membawai misi kelompok dan egoisme warna, dan saya berharap Bapak kuat dari tekanan-tekanan yang selama ini mengusik bapak untuk berpijak dan melakukan segenap roda pemerintahan.

Resiko apa yang akan kami timpa, dengan segala penderitaan ini, dengan segala kesengsaraan ini, negeri yang kaya raya subur makmur dan penuh dengan kedamaian ini, Negeri yang selalu menjadi perbincangan orang-orang asing yang akan merebut kekayaan Indonesia ini, kami bersamamu wahai pak Jokowi, kami menemanimu pak, kuatlah menjalaninya, teguhlah pendirianmu, dan kami selalu berdoa semoga dirimu dapat melakukan yang terbaik untuk negeri ini, yang terpenting adalah semoga engkau bisa lepas dari pengaruh-pengaruh serta tekanan-tekanan yang membuatmu selalu bimbang.

Rojay PELACUR (Pelan-Pelan Curhat)

Saat saat yang sangat tidak menggembirakan, seepertihalya kehilangan sebuah kesemangatan dalam menjalankan kegiatan kecil ini, yakni menulis artikel yang biasa saya tulis setiap hari untuk menghidupi blog saya, entah kenapa serasa sekian bulan saya sudah malas untuk menghidupi blog padahal saya mendapatkan beberapa hasil uang dari blog jelek ini, akan tetapi setelah saya banyak sekali mengalami masalah saya jadi malas menulis artikel, alhasil penghasilan dari blog turun drastis, padahal sebelumnya lumayanlah tiap bulan saya menutupi resiko kredit dari blog, waduh kapan lagi hal ini harus diseriusi, sedangkan dengan beberapa hal yang lain belum juga terselesaikan.

Berawal dari sebuah e-mail pengunjung setia blog saya ini, seraya dia berkata " kok sekarang dah jarang update artikel? begitu juga pada blog-blog yang lainnya, dengan demikian saya merasa kurang memberukan service kepad kawan setia pengunjung blog rojay creative ini, untuk itu khususnya bagi para pembaca setia, mohon kiranya dimaklumi dan harap berikan sport untuk saya selaku admin, karena saya sendiri sebenarnya ingin memberikan beragam informasi yang bermanfaat, namun belakangan saya sudah jarang apdate, itu sebenarnya sangat sederhana dan sebenarnya tidak sama sekali berniat berhenti ngeblog, apalagi ada sebuah provit disini.

Kedepan blog ini ada kemungkinan jarang update seperti biasa lantaran saya memiliki banyak blog dan bukan hanya blog ini saja, seperti orang menernak sapi, tapi saya lebih suka menernak blog, untuk itu mohon maaf jika di situs ini tidak terlalu agresif dalam memberikan informasi atau membalas sebuah komentar. catatan bagi admin adalah "semua akan indah pada waktunya"

Ormas islam yang mengambil hak Kepolisian

Ini bukan sebuah berita terkini, mengenai kerusuhan, kekerasan, masalah sosial yang mengatas namakan agama, bahkan banyak masyarakat yang tidak suka dengan tindakan tersebut, hingga menuai banyak kritik kepada pihak yang melakukan tindakan demikian, dari berbagai kalangan, secara kelembagaan baik pemerintah ataupun organisasi. Seperti apakah tindakan yang berkedok teologi tersebut. Yakni tindakan yang menjadikan masalah baru dalam sebuah eksekusi sosial dan menjadi problem baru setidaknya penilaian yang miring terhadap sebuah agama.

Sebuah gerakan yang melakukan tindakan kriminal tanpa  melihat efek dari pergerakan itulah yang menybabkan banyak pihak yang melawan dan meyerang balik. Salah satu contohnya adalah sebuah organisasi pergerakan yang melawan kemungkaran seperti tempat minuman, judi, psk (pekerja seks komersial), dengan tujuan membasmi kegiatan tersebut, akan tetapi dengan cara keras, seperti, berdemonstrasi, pembubaran secara paksa, yang dilakukan dengan cara keras, bahkan terkesan memaksa. Terlebih hal itu dilakukan dengan tidak berkoordinasi dengan aparat kepolisian, ironisnya lagi hal itu dilakukan dengan dalih agama. baca ini mengenai Fundamentalisme.

Sebenarnya ini merupakan hal positif demi membrantas penyakit masyarakat, yang sudah menjamur, lantaran ketidak sukaan dan kepekaan sebuah organisasi demikian terhadap hal-hal yang dapat merusak moral menjadikan gerakan tersebut turun tangan, meskipun tanpa memberikan surat kepada aparat terkait, seperti kepolisian, pada hakikatnya yang mereka lakukan adalah sebuah kebenaran, akan tetapi prosedur yang mereka lakukan kurang elok saja. Menurut saya ini adalah prilaku melanggar konstitusi, sebab ini adalah pekerjaan polisi bukan pekerjaan ormas, adapun ormas jika ingin bergerak pada sektor tersebut seharusnya berkoordinasi dengan baik, atau cukup melapor dan memantau juga mengontrol, sesuai dengan kapasitas ormas yakni kontrol sosial, bukan malah mengeksekusi sendiri, seperti swiping, razia secara ilegal. Mungkin artikel ini sedikit menyakiti relawan melawan kemungkaran, namun setidaknya untuk kalian agar lebih profesional dan untuk menghormati konstitusi yang berlaku karena ini adalah negara hukum. dan itu bukanlah ciri dari Islam Nusantara | Islam yang penuh kedamaian

Seharusnya Polisi Jangan Diam melihat gerakan tersebut. demikian bisa dikatakan bahwa Ormas islam yang mengambil hak Kepolisian, Nah... Mungkin ini adalah salah satu pertanyaan masyarakat melihat kondisi demikian, dimana banyak sekali gerakan yang berkedok agama (mengatas namakan agama) yang melakukan tindakan yang sebenarnya dilakukan oleh aparat hukum, penegak hukum, saya tidak meyebutkan salah satu ormas yang bertindak demikian, mungkin terlalu banyak ormas yang membuat sekte-sekte gerakan tersebut dengan nama-nama yang berbeda. Mereka adalah orang-orang yang dangkal pemahaman secara agama, kritikan demi kritikan terus menyerang sekelompok ormas tersebut, tapi mereka malah Pede dan dengan bangganya lantaran Tuhan berada dipihaknya. baca ini Bid'ah adalah kalimat sensitif.

Mungkin ormas tersebut tidak percaya kepada aparat hukum atau berfikir selama ini terjadi pembiaran, akan tetapi akan lebih elok lagi hal tersebut setidaknya dilopokan dan dipantau bukan dihakimi sendiri. Saya sendiri sangat tidak senang dengan perlakuan tersebut bahkan beredar di jejaring sosial mereka malah berurusan dengan warga masyarakat. 

Islam Nusantara | Islam Penuh kedamaian

Negeri yang kaya Budaya, Bahasa, Suku, Pulau dan lain sebagainya, ditempati oleh para penguhuni yang penuh dengan kesantunan dan penuh dengan kesederhanaan, gotong royong, saling peduli, toleransi, memiliki etika yang tinggi, itulah Nusantara, Dari banyak sekali sekian model budaya, adat, suku dan dan lainya, Indonesia tetap dalam kondisi yang toleransi dan selalu menjunjung tinggi toleransi, ramah sopan dan bersahaja itulah kekayaan sifat watak indonesia yang kini menjadi karakter bangsa. Mereka tak mengenal Perang, tak mengenal Amunisi, peluru, Bom, Nuklir, Atom, Darah Saudara, Sebangsa, mereka hidup dengan kedamaian. Hadirlah Islam di Nusantara ini dengan mengkorelasikan budaya Indonesia, dengan lembut santun dan penuh dengan persaudaraan, hingga banyak para pemuka agama kala itu menjadi orang-orang penting di kerajaan-kerajaan di tanah air, karena dengan dakwah yang penuh dengan kelembutan itulah membuat rakyat Indonesia menerima kedatangan Islam, serta memberi Ruh dan pemahaman yang lebih bijak terhadap segala unsur budaya di Nusantara, Mengenai sejarah masuknya Islam di Indonesia silahkan baca disini Sejarah Masuknya Islam di Indonesia.
Logo Islam Nusantara
Mengenai Islam Nusantara.
Penulis bukanlah pemikir Islam, bukan juga pemuka agama, apalagi jika dikatakan jika penulis dikatakan seorang JIL (Jaringan Islam Liberal), penulis hanya seorang yang suka berbagi cerita di Internet dan menjadikan sebuah curhat di internet, akan tetapi penulis peka terhadap masalah-masalah sosial, pendidikan, dan iseng serta berusaha untuk berprilaku kreatif.

Seperti yang saya tulis pada awal prolog, prakata saya pada artikel ini, yakni mengenai Islam Nusantara, saya sangat setuju dan sangat mengapresiasi program Islam Nusantara tersebut lantaran menurut saya sangat toleransi dan Nasionalis, lagi pula Indonesia merupakan sebuah Negara yang menjunjung tinggi kebudayaan, dengan demikian saya sangat sepakat dengan adanya Islam Nusantara, sebelum saya menulis artikel ini, saya sudah banyak membaca berita, informasi dari media online, elektronik dan beberapa artikel di internet, mengenai hal-hal yang akan dijadikan sebuah program Islam Nusantara tersebut, sebagai perbendaharaan sebuah informasi yang saya rangkum lalu saya menuliskan Islam Nusantara ini. Dengan banyak asumsi yang saya peroleh tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa dengan adanya Islam Nusantara maka Indonesia akan menjadi lebih Bersahaja, Berkarakter, dan Negara yang memiliki Ummat Islam terbesar didunia ini menjadi barumeter dunia Islam, yang benar-benar Rahmatal lil'alamiin.

Saya tidak begitu menyimak siapa-siapa pencetusnya, atau ide apa yang menjadi sebuah langkah program Islam Nusantara ini, namun beberapa tokoh yang saya lihat di youtube seperti Prof. DR. K.H. Sa'id Aqil Siradj MA (Ketua PBNU), Prof. DR. K.H Din Syamsudin (Ketua MUI) dan banyak lagi, terlebih pemerintah menyetujui adanya program demikian maka saya secara pribadi sangat merasa nyaman. Memang tak ada yang bisa terhindar dari sebuah masalah didunia ini, apalagi mengenai Agama, akan tetapi mengenai permasalahan di Konflik Agama di Indonesia tidak seperti di Negara Timur Tengah, dimana sudah mengorbankan banyak Jiwa Orang Muslim, ironisnya mereka berperang dengan sesama muslim.

Di Indonesia tidak mengenal kekerasan dalam agama, namun kenapa banyak yang menganggap islam itu keras orang barat mengatakan fundamentalisme. dan kenyataan yang ada islam yang keras saat ini khususnya di Indonesia yakni mereka-mereka pembawa syiar yang datang dari Arab (yakni aliran tekstual), berbeda dengan Pembawa Islam dahulu di tanah Nusantara ini yang toleransi dengan budaya, bermunculan berbagai aliran yang menyesatkan sesama islam, maka itu saya berfikir kembali pada sebuah perdamaian dan ketenangan dalam beribadah yakni pola islam pada masa waliullah, atau islam kultural tepatnya saya sangat antsias dengan Islam Nusantara | Islam Penuh kedamaian

Pertanyaan Umum Kepada Perokok

Kali ini saya ingin berbagi hal nyleneh, yakni mengenai merokok, persoalannya banyak sekali orang yang suka rokok atau perokok ketika mereka ditanya oelh istri, orang tua, teman, guru dan lain sebagainya mereka beralasan ini itu, saya sendiri tidak setuju sebenarnya dengan perokok, akan tetapi saya menulis artikel ini lantaran sering saya jumpai para perokok dan saya bertanya kepada mereka diantara banyak orang yang bertanya selain saya yang bertanya, berdasarkan perbendaharaan pertanyaan tersebut yang bisa saya simpulkan antara lain?

  1. kenapa anda merokok? 
  2. apa enaknya merokok? 
  3. bisakah kurangi merokok? 
  4. berapa batang/bungkus anda merokok tipa hari? 
  5. jika anda tidak merokok apa yang anda rasakan? 
  6. berapa uang yang anda keluarkan untuk rokok dan berapa penghasilan anda sehari? 
  7. apakah anda tidak merasa tersinggung saat pergi disalah satu tempat kemudian anda bawacaan no smoking (jangan merokok)
  8. Bisakah Berhenti merokok?
  9. Sudahkah anda membaca tentang akibat dan bahaya merokok?
  10. Sejak kapan anda mengenal rokok?
  11. Harga rokok semakin naik apakah anda tetap saja merokok?
  12. Bagaimana pendapat Istri/Pacar/ Ortu melihat anda merokok?
  13. Selain kopi apa yang bisa menemani rokok sebagai jamuan?
  14. Rokok itu bahaya menurut saya menurut anda?
  15. Anda Suka Rokok Apa?
  16. Bagaimana perasaan anda jika anda tidak punya uang untuk membeli rokok..?
  17. Apakah anda pecandu berat rokok..?
Dari 17 pertanyaan umum Kepada Perokok diatas, adalah sebuah pertanyaan yang bersifat noirmatif yang mungkin terkesan seperti dalam pergaulan sehari-hari bertemu dengan perokok, akan tetapi pertanyaannya apakah perokok merasa tersinggung dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh anda, mungkin saya dalam menulis artikel ini bertujuan untuk bagaimanakah bertanya yang tepat kepada perokok agar mereka berhenti merokok, atau setidaknya mengurangi rokok hingga dia mampu tidak merokok, nah sekarang anda kunjungi artikel ini yakni 21 Manfaat Rokok Bagi Perokok.

Memahami arti Kerangsupan cara Saint sederhana

Sederhana saja dalam artikel ini, penulis bermaksud membuat sebuah oretan curhatan di internet, mengenai hakikat dunia gaib yang sering kali orang mengatakan ada dunia dibalik dunia nyata, sederhananya adalah dunianya penghuni selain kita, dalam hal ini penulis mencoba menganalogikan sebuah dunia gaib dengan cara pemikiran yang sederahana sehingga dapat dipahami oleh kita sekalian, megenai dunia gaib itu sendiri, semoga dapat dipahami dengan mudah, adapula tujuan saya menulis artikel ini tak lain adalah menambah keimanan kita kepada Tuhan, dan saya tidak akan membawai artikel ini pada sebuah pemahaman agama secara formal maksudnya dengan menghadirkan dalil atau hadis secara baku akan tetapi akan saya ulas dengan sebuah konsep pemikiran dan logika berfikir serta kenyataan pada kejadian gaib terutama yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

Dunia gaib adalah dunia yang memang ada dan benar adanya, banyak yang mengatakan seperti alam jin, atau alam lainnya, akan tetapi saya akan memulas dengan sebuah kejadian-kejadian goib yang sering kita lupakan bahua hal itu adalah sebuah yang gaib, sebelumnya saya pernah menulis artikel megenai Online itu alam gaib yang orang tak sadar, sekiranya kita mampu memilah hal itu dengan balutan pengalaman yang selama ini kita temui semasa hidup. Sebelum saya menulis lebih jauh saya akan hadirkan beberapa simple kenyataan dalam lingkungan sekitar, atau memahami gaib dengan logika kita.
Kerangsupan

Jika anda seorang pelajar yang pernah bersekolah dan belajar Fisika saya ingat kala itu duduk di bangku sekolah SMP yang sekarang SLTP, saya ingat pada guru saya mengenai Partikel, yakni sebuah unsur benda yang kecil, dan partikel dibagi 3 bagian, padat, renggang, dan gas, pada partikel padat contohnya batu, kayu, meja, dan lainnya mungkin kita sendiri (jasad kita) intinya sesuatu yang nampak oleh mata, dan partikel renggang (cair) seperti Air, embun dan seterusnya, dan kemudian partikel gas seperti udara, uap dan lainnya. Jika kita anda setuju anda saya berikan sebuah simpel pada 3 partikel tersebut, anggap saja partikel yang ke 3 yakni gas adalah hal yang gaib, dia tidak terlihat akan tetapi dia berasa, maaf salah satu contohnya anda buang angin, yang tidak terlihat akan tetapi anda merasakan bau. itu sederhanya.

Menganai Gas dan Gaib, merupakan sebuah senyawa atau zat yang tidak terlihat, banyak kita temui kata zat, atau senyawa, pemulis merangkum sama dengan zat adalah senyawa yang hidup. karena partikelnya renggang atau gas, mengenai dunia gaib itu sendiri kita analogikan pada sebuah jin, jin tidak terlihat nampak oleh kita akan tetapi mengenai jin benar adanya, dia adalah makhluk tuhan yang sama seperti kita, akan tetapi secara fisik mungkin berbeda, dengan pembuktian kenapa jin tidak nampak, anda boleh saja berfikir lebih awal memvisualisasikan Jin sepertihalnya udara.

Kenapa Orang Kerangsupan, Kesambet.?
Dalam hal ini, banyak kita temui orang kerangsupan dalam bahasa awam mengatakan kerangsupan setan, Nah,, bagaimanakah demikian terjadi, dari sebuah mitologi (Mitos) ini marilah kita sedikit berfikir bijak mengenai kerangsupan, dan kenapa orang bisa kerangsupan, jika kita analogikan adalah partikel gas dan partikel padat, sederhanya adalah anda masuk angin, hal ini akan berefek pada fisik anda, seperti sering buang angin atau badan merasa merinding karena kemasukan angin, anggap saja angin tersebut adalah syetan (jin),,, silahkan berfikir sejenak tentang hal ini...!!

Selanjutnya bagaimanakah Jin/setan bisa masuk ke diri kita?
Seperti yang sudah saya tulis diawal, jin/setan adalah partikel gas yang dapat masuk kepada partikel padat, dalam agama ada kalanya orang terkena bisikan setan, sehingga seseorang melakukan maksiat, ini juga bisa kita implementasikan pada sebuah makna saint yakni mengenai partikel, dan mohon pembaca untuk lebih bijak dalam berfikir, terutama membaca ini, kiranya jauhkan dulu paham mitos pada diri anda, syetan yang memiliki kepentingan menggoda manusia, karena sebuah misi tersebut syetan/Iblispun bermaksud menjerumuskan manusia kedalam kesesatan, telepas dari hal itu, syetan dapat melihat kita, dan kita tak dapat melihat syetan lantaran kita adalah makhluk kasar (partikel padat), begitu pula jin yang konon bisa menampar manusia lantaran anda buang air sembarangan baca artikel ini Buang Air Kencing sembarangan  atau bergaul dengan manusia. Ini tidak aneh sepertihalnya pada setan, akan tetapi jika jin nampak pada manusia itu memerlukan sebuah ilmu tersendiri, seperti halnya manusia yang ingin melihat jin mereka memiliki skil tersendiri, baca artikel ini Materi menjadi Zat (materi : partikel padat dan zat : partikel gas).

Jika anda masih bertanya kerangsupan, atau orang terkena santet, atau kiriman teluh, dan lain sebagainya, baca juga ini Spam adalah prilaku santet, hal itu sering anda dengar di lingkungan kita, akan tetapi kiranya anda sedikitnya memahami dengan cara saint, kenapa terjadi demikia, sedikit saya tambahkan kenapa ada kesambet..? mungkin anda mengganggu tempat para gaib terebut sehingga mereka marah, karena zat gaib (jin) mereka juga memiliki sebuah nafsu emosi, begitu juga kita, nah mengenai jin bisa masuk ke kita sudah saya ulas pada paragrap diatas, sekarang pertanyaannya kenapa kita masih membawa diri kita dalam pemikiran mitos yang sebenarnya hal itu bisa kita pahami dengan cara logika. Sekian oretan ini semoga bermanfaat. silahkan tinggalkan Komentar dan kritik. di kolom komentar,.. Memahami arti Kerangsupan cara Saint sederhana

Cara Mengatasi Frustasi | Galau | Langkah Pasti

Untuk menuju ke arah pembahasan, terlebih dahulu akan dikemukakan batasan pengertian frustasi (frustration) . Secara sederhana dapat diformulasikan sebagai berikut : FRUSTASI adalah merupakan keadaan psikis (jiwa) seseorang yang merasakan atau membayangkan adanya hambatan, rintangan atau pun kegagalan terhadap pemenuhan dorongan diri orang itu. Makin sering seseorang menemui hambatan, akan makin sering pula kemungkinannya untuk terkena frustasi. Dan semakin besar hambatan, bertumpang tindih, semakin berat pula tekanan yang dirasakan. Sampai-sampai ia menjadi peragu, goyah keyakinan dan pendiriannya, tidak mampu memilih ataupun mengambil keputusan.

Terlebih lagi apabila frustasi tadi yang datangnya dari luar (external frustration) akan berbenturan/berkumpul pada diri seseorang dengan frustasi yang berasak dari dalam orang itu sendiri (internal frustrastion), misalnya karena ia cacat tubuh, daya intelgensinya tumpul, dan kelemahan-kelemahan lain yang ada dalam diri individu,  maka orang tersebut akan mengalami frustasi yang lebih kompleks (conflict frustration). Dapat dikatakan setiap orang akan/pernah mengalami frustasi. 
Frustasi ini merupakan gejala kejiwaan yang dapat menyelinap kepada siapa saja,  baik orang tua, orang muda, anak-anak, si miskin si kaya, orang berpangkat atau rakyat gembel, kaum cerdikcendekia ataupun yang tidak berpendidikan. Pendek kata tak ada seseorangpun yang hidup dalam kekebalan, tak mempan oleh prustasi.

Hanya saja setiap orang dalam menghadapi frustasi tadi, berbeda-beda. Artinya bagi yang sehat mental atau baik konseptualisasi pribadinya, maka frustasi itu kurang berarti terhadap kegoncangan psikisnya. Dengan sendirinya peristiwa itu hanya singgah sebentar ataupun berlalu tanpa menimbulkan kelukaan di hati. Dan sikap yang demikian ini (sehat mental) akan mengusir hadirnya kekecewaan, keputusasaan, kemengkalan, kegemasan ataupun kecemasan yang akan bersarang dalam sanubarinya. Kalaulah orang ini terkena jua kekecewaan atau ketidak seimbangan psikisnya, maka hal tersebut hanyalah buat sementara waktu dan akan segera kembali keseimbangan dirinya seperti sedia kala. 

Namun sebaliknya, jika orang itu dalam menghadapi frustasi tanpa langkah-langkah positif, tidak sehat mental, dengan sendirinyar ia akan mengalami kegoncangan psikisnya. Kegoncangan ini akan memantul pada sikap, perasaan, pikiran, kelakuan dan kesehatan orang itu. Gejalanya, bagi yang tidak sehat mental, menurut Dr. Zakiyah Darajat akan tampak pada kelambanan bertindak, lesu, malas, tidak bersemangat, kurang inisiatif, iri hati, rendah diri, gampang tersinggung, sering salah paham dan mudah terpengaruh oleh kritik-kritik orang. Sehingga mudah meninggalkan rencana-rencana baik hanya karena kritikan orang lain yang belum tentu ikhlas dan jujur. Alhasil kemampuannya untuk menimbang masak-masak dan melanjutkan rencana yang baik akan hilang dengan mudah. Atau kadang-kadang hal remeh pun, yang oleh orang lain tidak dirasakan, akan tetapi bagi dia sudah sangat berat. Akibatnya akan menimbulkan kegelisahan, muramdurja-gundahgulana, tidak bisa tidur, hilang nafsu makan dan sebagainya. Kalau sudah keadaannya demikian, maka terjerembablah ia ke lembah ketakutan yang bukan pada tempatnya, atau dalam istilah ilmu Kesehatan Mental disebut anxiety dan phobia.
FRUSTASI GALAU PUSING

BEBERAPA TIPS MENGATASI FRUSTASI

Masa lampau. kini dan akan datang.
Masa larnpau adalah masa yang telah berlalu, dan tak kan dilalui lagi. Karena itu janganlah mau terbelenggu oleh frustasi yang pernah dialami pada masa lampau. Dan hendaklah peristiwa itu tidak dipikirkan berkepanjangan, diratapi, ditakutkan atau disesali secara terus-menerus. Dengan kekecewaan, keresahan, kecemasan dan semacamnya tidak akan menyelesaikan persoalan, bahkan hanya mengundang problema-problema baru yang tidak diinginkan atau menimbulkan bertambah dalamnya frustasi. Jadikan saja pengalaman-pengalaman pahit itu sebagai guru utama untuk hidup masa kini yang akan datang. Bukankah waktu yang perlu dihadapi demi suksesnya tujuan atau rencana-rencana baik (pemenuhan dorongan kebutuhan) adalah masa kini dan akan datang ? Lebih jauh lagi untuk kehidupan kelak di akhirat.

Penulis kira yang paling penting, bagaimana sebaiknya sekarang berpikir dan berbuat secara logis dan terpuji. Kemudian langkah-langkah apa yang perlu diambil agar waktu mendatang dapat memperoleh kesegaran dan kegairahan hidup. Di samping itu perlu diketahui, orang yang mendambakan kemajuan dan pembentuk pribadi yang sehat, hendaklah bisa menganalisa atau mengolah secara ratsional terhadap masalah-masalah yang menimbulkan frustasi, sehingga menimbulkan kebenaran dalam alam pikirannya. Sebab langkah ini (tentunya) akan banyak mendatangkan kemungkinan untuk mengembangkan potensi positif serta meraih perkembangan pribadi yang mantap (bonafide).

Mengetahui akan dirinya sendiri.
Jika seseorang yang sedang berusaha mengatasi frustasi telah dapat mengetahui akan dirinya sendiri (siapa sesungguhnya diri ini, dimana tempat berpijak, bekal serta kekuatan apa yang dipunyai .... ..), maka dapat dikatakan bahwa ia telah selangkah lebih maju dalam usaha mengenyahkan frustasi yang dideritanya. Fiiosuf Aristoteles menyatakan, ”Kenalilah dirimu !” Dengan mengenai, menyadari akan diri ini berarti ia telah dapat menimbang dan memperhitungkan antara daya kemampuan yang ada dengan besarnya dorongan kebutuhan yang diinginkannya. Setelah diketahui eksistensi akan dirinya sendiri dengan segala aplikasinya atas gegoncangan psikisnya itu, seterusnya haruslah pandai-pandai mengklasifikasikan mana yang disebabkan oleh keinginan yang masih dalam kemampuannya dan mana yang di luar kemampuan dirinya. Dari itu, berangkali ada baiknya kita ketahui hal berikut ini.

  • Dalam kemampuan Apabila yang dihadapi keinginan yang dalam jangkaunnnya, tidak melampoi daya kemampuan yang ada (tapi mengalami hambatan, rintangan ataupun kegagalan, yang padahal tidak mustahil seandainya bisa mencapai sukses), maka kalau masih ada kesempatan, sebaiknya ia jangan terburu-buru putus asa, harus berani mencoba dan mencoba lagi. Sikap seperti ini dengan sendirinya harus di topang oleh ketahanan kondisi psikis yang konstan, keteguhan hati serta keyakinan diri yang dipersiapkan selalu, ditimbulkan dan dipertahankan terus. Di samping itu aspek-aspek psikis, terutama pikiran, perasaan dan kemauan dapat bekerja sama secara harmonis, tidak kontradiktif antara aspek yang satu dengan yang lain. Lebih ianjut dengan adanya mencoba dan mencoba lagi, perlu dipersiapkan bagaimana cara atau methode macam apa yang dapat dilaksanakan. Di sinilah orang dituntut untuk selalu belajar, baik dari pengalaman sendiri maupun dari orang lain. Reaksi radi (mencoba dan mencoba lagi) dapat dilakukan misalnya pada situasi frustasi kesulitan atau kegagalan. studi, kesukaran mencari kawan hidup, keruwetan dalam memperoleh pekerjaan, kesukaran ekonomi atau di bidang usaha lain, dan sebagainya. Suatu pertanda bahwa orang itu ada prospek baik atau akan berhasil dalam menghadapi problema yang dihadapi, biasanya dalam dirinya akan muncul pernyataan, antara lain: "Tak apalah, sekarang aku gagal, karena untuk sukses. Yah, ada hambatan berarti ada jalan. Dan kegagalan ini adalah merupakan titik awal keberhasilan".

  • Di luar kemampuan. Kalau dorongan kebutuhan yang di luar kemampuannya, maka sebaiknya hal tersebut tinggalkan saja. Jangan memaksakan diri, karena hanya akan menyusahkan saja. Jadi, apabila orang itu masih mendambakan kemajuan, sayang pada dirinya, maka ambillah langkah-langkah yang positif dengan mengukur kemampuan sendiri. Untuk mendasar usaha ini, mula-mula harus menerima keadaan apa adanya. Demikian ini, tidak berarti ia harus pasrah dengan begitu saja atau berhenti tak bergerak dan sepi dari usaha (apalagi putus asa !), melainkan ia harus bijak mereaksinya, harus bisa mencari jalan keluarnya. Jalan keluar yang tepat menurut hemat penulis diantaranya dengan mencari dan mengisi penyaluran yang sehat, atau berganti haluan saja (sublimation).


Adapun mereaksi dengan mencari dan mengisi penyaluran yang sehai - bertujuan agar bagi yang mengalami kegoncangan psikisnya tidak lagi ada kesempatan untuk berpikir atau berhayal yang tiada
tepi, berperasaan atau bersikap negatif. Apabila seluruh energi disalurkan pada kegiatan-kegiatan positif, rencana-rencana baik dalam berbagai kesempatan, kiranya hal-hal yang negatif itu, tidak akan mampu lagi menyusup dan menyerang benteng pertahanan pribadi.

Sikap berganti haluan yang perlu diperhatikan, terutama selain mencari objek pengganti adalah, mengganti cara dalam mencapai tujuan. Misalnya dengan meningkatkan kemampuan diri, belajar lagi dan sebagainya  mungkin ia akan sampai pada tujuan, bahkan bisa-bisa saja hasilnya akan lebih menggembirakan, ketimbang dengan apa yang dicita-citakan sebelumnya. Setelah jelas masalahnya, bahwa dorongan kebutuhan yang dihadapi adalah lebih besar daripada kemampuan yanq ada, dan hal itu sudah beberapa kali dicoba untuk meraihnya ternyata hasilnya nihil, lalu apakah masih enggan atau was-was untuk berganti haluan ? Ataukah mungkin jika berganti haluan masih dihantui oleh bayangan takut lantaran teringat derita yang pernah mencekam ? Kalau demikian halnya, penulis teringat ungkapan yang pernah dinyatakan dalam "drama" Shakerpeare : Our fears do make us traitors : ”Rasa takut kita membuat kita menjadi hianat.” Betapa tidak menjadi penghianat seseorang yang selalu membayangkan takut nyeri membersihkan boroknya untuk diobati. Kalau borok ini tidak segera diberantas dengan jalan pengobatan, maka akan meluaslah ia ke seluruh tubuhnya.

Begitu pula frustasi, kalau tidak cepat-cepat diatasi secara dini dengan jalan yang idimaksudkan tadi, dengan sendirinya penyakit itu akan bisa menjalar kemana-mana, dan bahkan akan bisa bersemayam dalam relung hatinya - buat selama-lamanya. Demikian Artikel mengenai cara mengatasi Frustasi   | Galau | Langkah Pasti, jangan lupa baca juga ini Resep Untuk Membangun Percaya Diri - Kurang PeDe - Ini Obatnya..

Skandal Serta Kebusukan Yahudi

Yahudi dengan ajaran zionismenya membentuk aksi untuk menguasai dunia. Dalam prakteknya sangat rapih, cermat dan rahasia melalui kordinasi yang tinggi. Kalausuatu negara tidak waspada terhadap gelagat mereka yang sedang tinggal disana, maka cepat atau lambat, mereka akan menguasai aspek-aspek penting di negara itu. Peringatan seperti inipernah di lontarkan tokoh AS, Benyamin Franklin, di depan anggota "Constitutional Convention" di Philadelpia, "Di negara mana saja, kalau kaum Yahudi berdiam dalamKelompok Besar, berarti mereka membangun negara dalam negara, sebagaimana yang terjadi di Portugal dan Spanyol”. Selanjutnya ia Ingin peringatkan dengan sangat, ”Kalautuan-tuan yang terhormat tidak membasmi sejak dini, maka dalam tempo sekitar 200 taliun mendatang, para anak cucu kita akan bekerja untuk kepcntingan mereka. Kalau tuan-tuantidak mengindalikan apa yang diucapkan saya, maka saya berani meramalkan, para keturunan kita akan menggerutu serta mengutuk tuan-tuan, meskipun tuan-tuan telah tinggaldalam alam kubur”.

Selain itu, George Washington, tokoh Kemerdekaan, juga mengomentari, ”Sangat disesalkan, tidak sejak dulu kaum Yahudi dibasmi Soalnya mereka bagi negeri ini ibarat kuman pest dalam masyarakat.

Terlepas dari itu, yang jelas, kaum Yahudi di AS sudah berperan sangat besar. Banyak perusahaan raksasa, lembaga vital, dan jabatan pentingyang dipegang kaum Yahudi. Dengan modal inilah, mereka dalam politik luar negeri AS sering mengancam secara halus dan penuh strategi Kalau pemerintah AS mengambil kebijakan yang bertentangan atau menyimpang dengan keinginan mereka.Berapa banyak anggota kongres atau senat yang tidak terpilili lagi dalam periode selanjutnya akibat politik mereka hanya karena sering membuat pernyataan yang menyinggung perasaan bangsanya, jadi apa yang dinamakan kebijaksanaan pemerintah AS dalam politik luar negeri antara lain dipengaruhi kaum Yahudi melalui mereka yang memegang jabatan penting dalam pcmerintahan maupun parlemen. 

Benyamin D, PM lnggris asal Yahudi, tahun 1844, pernali berkata, ”5ebenarnya mereka yang memainkan peran politik internasional bukanlali mereka yang memiliki kedudukan dalam pemerintahan, melainkan yang berperan dari belakang layar (Freemasonry - organisasi rahasia ciptaan Yahudi - red)”.

Sekeloinpok kaum sekulur di Turki, yakni alumnus Freemasonry, menyulut api pertentangan Arab dan Turki, sehingga membuka pintu Palestina bagi mereka. Ini memang berhasil dengantumbangnya kerajaan Ustamniyah yang berubah iadi pemerintahan yang kebarat-baratan. Dalam usahanya menjadikan sekuler pertama dari negara dengan mayoritas ummat Islam, mereka pun memutuskan pertalian negeri tersebut dengan dunia Islam dan bahasa/huruf Arab, yang dampaknya cukup besar terhadap peningkatan mereka yang tidak bisa membaca serta mengartikan ayat-ayat Al-Qur'an. Inilah pengalaman paling pahit bagi dunia Islam pada abad ini. Persekongkolan Israel dengan sebagian bangsa Mesir sudali dimulai sejak lama, Tujuannya adalah mencuci otak bangsa Mesir dengan falsatah Yahudi. Setelah ditandatanganinya piagam perdamaian Mesir-Israel pada dekade awal 80 an, hubungan tersebut lebih akrab lewat berbagai bidang seni. Pusat akademis Israel pun berhasil merangkul para seniman dan cendikiawan Mesir ke dalam kubu mereka, yang dalam pendidikannya diselipi berbagai ajaran Yahudi. Yahudi ikut merekayasa dua revolusi legendaris, Rusia dan Perancis, sebagai langkah awal pembentukan negara Israel. Keduanya

sama-sama ingin menghancurkan semua agama. Mereka sama-sama mengobarkan semangat rakyatnya untuk menumbangkan rajanya masing-masing, serta berakibat terbunuhnya jutaan penduduk di Eropa. Ensiklopedi Yahudi mencatat sejumlah orang  yahudi yang ikut mengsponsori  Revolusi tersebut.

Kelompok Donmah : Orang Yahudi Yang berkedokkaan Islam. Sebelum pemerintahan Islam jatuh di Turki, mereka yang tinggal di sana berperilaku muslim. Mereka berperan aktif dalam aktivitas perekonomian, pemerintahan dan pendidikan di sana. Malah ada yang menjadi menteri. pembesar kerajaan, anggota parlemen dan dosen. Ketika Sekutu berhasil menguasai ibukotanya, mereka mendatangi pemimpin sukutu serta mengaku bukan 0rang Turki maupun muslim. Selanjutnva mereka melaksanakan politik belah bambu antara nasionalis Arab dan nasionalis Turki, Mereka hembuskan dakwah Thouronisme di tengah masyarakat Turki untuk memecah belah ummat Islam. Beberapa tokoh Donmah, dengan menggunakan Partai lttihad, akhirnya berhasil mengendalikan pemerintahan sebelum Perang Dunia Ke II, serta menyeret Turki ke kancah perang yang akhirnya mengalami kekalahan serta terpecah belah. Dengan demikian, terbukalah pintu bagi mereka untuk menguasai Palestina.

Sejarah Kebusukan YahudiBanyak yang tidak tahu. Orang Yahudi bersama kaum oreintalis terlibat dalam penyamarkan sejarah Islam banyaknya persimpangan fakta. Ini tidak lain untuk membelokkan arah, langkah dan tujuan kita kejurang sesat tanpa dasar Halus atau sengaja, mereka telah melakukan manipulasi fakta sejarah secara evolusi dengan pemikiran dan perencanaan matang. Bila kurang kritis, mungkin kita akan terbawa atau terayu oleh catatan sejarah Islam versi mereka. Banyak persepsi yang salah dari mereka misalnya  Persepsi Manusia termasuk jenis hewan. Mereka mengingkari asal manusia dari Adam. Jadi mengingkari status Adam sebagai nenek moyang manusia. Kata mereka, manusia adalah bentuk lanjut dari binatang sebagai hasil evolusi alam. Paham seperti ini muncul karena mereka bersandar atau mengacu pada rasional serta inderawi saja. Meskipun memakai referensi, namun tersamar keautentikannya dan diragukan kebenarannya. lni menghasilkan banyak pernyataan dan penjelasan yang janggal dan verbal, hingga secara halus memancing atau merangsang akal dan pikiran orang untuk menganggap cerita para Nabi sebagai dongeng, mitos atau legenda belaka. 

Menurut sumber yang dapat dipercaya, komunisme adalah salah satu dari beberapa ideologi buatan Yahudi serta dijadikan alat untuk menguasai Dunia. Langkah ini diambil karena mereka tidak mampu memerintah secara langsung untuk membantu Yahudi. Mereka mengemban Misi pemusnahan seluruh Agama, sehingga jiwa manusia Kosong dari benih keimanan. Dialihkannya segenap jiwa manusia dari akidah benar, lalu digiringnya kepada ajaran komunisme Dalam waktu bersamaan, merekapun mendukung kaum kapitalis menguasai dunia melalui perbudakan mereka dan pasar modal. Jadi singkatnya mereka bermuka komunis terhadap komunisme dan kapitalisme, dua paham yang  yang justeru telah menciptakan perang dingin selama beberapa dekade sampai berakhir saat “Glasnot dan Prestroika” dikumandangkan Oleh Mikhail Gorbachev.

Yahudi sebenarnya dapat disetarakan dengan rasialisme yang pernah dijalankan pemerintah Afrika Selata, yang kini sudah berakhir, yakni merendahkan martabat manusia yang bukan rasnya, ini terbukti dengan ucapan tokoh Yahudi, Yacob H. Sehiff, tahun 1907, “Warga Yahudi mustahil dapat pada waktu bersamaan jadi warga AS yang baik. Demikian juga kalau ada anggota Yahudi yang teladan, berarti ia bukan warga AS yang baik.

Itupun diperkuat oleh B. Felz dalam artikelny, tahun 1911 “Patriotisme kaum Yahudi terhadap negara dimana mereka tinggal hanya selimut kemuflase belaka. Ini dilakukan mereka hanya untuk menyenangkan pribumi” Selain itu, Yahudi menginginkan perbudakan terhadap siapapun yang bukan Yahudi, ini pernah diungkapkan Martin Luther dalam bukunya “The Jew and Their Lies”, “Kita tidak perlu berusaha Tapi kita dapat menikmati seharian yang indah dan segar dari mereka. Mereka harus bekerja dengan ulet dan semangat untuk kepentingan kita. Karena kita merupakan tuan bagi mereka. Jadi mereka merupakan pelayan kita”.

Sekian artikel memnhgenai  Skandal Serta Kebusukan Yahudi, semoga bermanfaat, jangan lupa Baca juga artikel lainnya di blog ini, baca juga ini Mengenai Agama Yahudi, Sekilas Tentang Baitul Maqdis.

Oleh : Nasrullah Idris,
dikutip dari Media Pembinaan No. 11/T/7. XXVI - Februari 2000

Photo Selfy adalah Penyakit mental

Tahukah anda tentang Photo Selfy yang saat ini banyak orang menggunakan photo tersebut, mungkin anda lebih mengerti dari saya terutama bagi anda yang sebagai pengguna jejaring Sosial, seperti pada Facebook, Pin id, Black Berry, Twitter, dan banyak lagi, saat ini photo selfy sangat banyak digandrungi terutama para wanita remaja, hehee.. sebenarnya apa sih uniknya photo selfy itu, hahaaa... saya sendiri melihatnya kurang begitu tertarik, tapi kembali pada penilaian seseorang, suka tidak suka itu urusan masing-masing. Photo Selfy merupakan sebuah creative memmoto, memmotret menggunakan karya tangan sendiri atau menggunakan bantuan alat, yang jelas hal tersebut dilakukan oleh diri sendiri tanpa bantuan orang lain, itulah yang dinamakan selfy. Namun perlu digaris bawai hal tersebut bisa nyandu lho..!!!

Sebuah creativ ini sebenarnya menurut saya sangat tidak wajar seperti pada judul artikel saya diatas yakni Photo Selfy adalah Penyakit mental, bayangkan betapa seseorang sangat membanggakan wajahnya sendiri sehingga mereka para pencinta photo selfy kerap kali mampir, berhenti pada sesuatu yang memantul seperti kaca cermin, selalu saja melakukan prilaku spontan untuk berkaca dengan media apapun seperti pada air jernih, kaca spion, handphone dan benda-benda yang kiranya bisa melihat wajahnya walaupun dipaksakan, mereka ternyata sudah terkena syndrum yang kuat dan sudah menjadi sebuah kebiasaan, berhadapan dengan orang dan siapapun berusaha untuk tampil sempurna secara fisik agar telihat cantik, tampan, yang tujuannya seseorang bisa memujinya, inilah prilaku para selfius.

Dewasa ini banyak sekali photo-photo selfy yang beredar di dunia maya, dengan banyak bentuk karakter serta model photo yang dipaksakan, seperti manyun-manyunan, senyum-senyuman, melirik kanan, kiri, atas, bawah, samping, muka dicembungkan, bibir di monyongkan, dan banyak lagi, saya sendiri kurang begitu memahami tujuan tersebut untuk apa, namun yang jelas itu adalah kebiasaan buruk, para remaja dan pemuda yang sering melakukan demikian, yang lebih anehnya lagi ada juga yang memproduksi alat photo selfy yang dirancang khusus dan diperjual belikan, mungkin bagi mereka para bisnismen ini adalah sebuah market yang sangat menguntungkan, dan hasil penjualan alat photo selfy tersebut laris manis dipasaran, hmmmmmm.... bagaimanakah anak bangsa sekarang..
Contoh Photo Selfy terbaru

Ada sebuah kisah photo selfy dimana seorang pemuda yang senang berpose didepan benda yang memantulkan gambar wajahnya, ia selalu berkaca pada apapun yang dapat melihat wajahnya, pada suatu hari dia berjalan di sebuah tempat, kemudian dia melihat air yang jernih kemudian langkahnya terhenti untuk melihat raut wajahnya, entah apa yang menjadi tujuannya, kerap kali ia lakukan tindakan demikian, singkat cerita ia sedang berkaca pada sebuah air kolam dimana ia hendak pergi pada suatu tempat, uniknya dia sudah meninggalkan kolam tersebut beberapa meter kemudian ia balik lagi kekolam tersebut, mungkin dia pemasaran dengan mukanya, singkat cerita dia meninggal dikolam tersebut lantaran hanyut tenggelam karena terpeleset. kepada para pembaca yang budiman blog rojay creative anti galau ini, sekiranya anda memiliki sebuah pandangan serta pemikiran yang tepat seperti apakah penyakit mental berphoto selfy tersebut.. silahkan berfikir dan renungkan,,, demikian artikel mengenai Photo Selfy adalah Penyakit mental jangan lupa Baca juga ini Mengapa Remaja Anak Muda Nakal | Forum Anak Muda